Minggu, 19 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Serba Serbi Menangnya Arsenal atas Chelsea di Piala FA

Meriam London keluar berburu dan berhasil mendapatkan gol cepat lewat kaki Alexis Sanchez.

Editor: Deddy Rachmawan
AFP/IAN KINGTON
Arsenal merayakan gelar juara Piala FA musim 2016-2017 seusai menang 2-1 atas Chelsea pada laga final di Stadion Wembley, Sabtu (27/5/2017). 

Padahal, sebelum laga ini, Mertesacker sama sekali tak pernah bermain di formasi tiga bek. Ia ternyata sangat menikmati tambahan dua bek tengah lain untuk membantunya di kiri dan kanan.

3. Peran bertahan Mesut Oezil

Legenda Chelsea, Frank Lampard, berkomentar dengan gamblang sebelum laga tentang Mesut Oezil.

"Ia pemain kelas dunia apabila memainkan bola. Namun, Oezil pemain mewah bagi Arsenal. Jika ingin juara, Anda harus memberi lebih tanpa bola," ujar Lampard.

Pada laga ini, Oezil pun seperti bereaksi dan menunjukkan sisi kerja kerasnya. Dua menit sebelum babak pertama berakhir, ia mengejar bola untuk mencegah serangan balik Chelsea yang dimotori Eden Hazard.

Oezil melancarkan tekel ke pemain asal Belgia itu dan menjatuhkannya dari belakang.

Kendati Hazard mengerang kesakitan, wasit tak menganggap tekel tersebut sebagai pelanggaran.

Namun, ia pasti kecewa tak dapat menyumbang gol di final setelah usahanya masing-masing pada babak pertama dan kedua dihalau Gary Cahill di garis gawang dan mengenai tiang.

4. Lini belakang Chelsea dan Gary Cahill mengecewakan

Ini bukan kali pertamanya Gary Cahill memimpin Chelsea keluar dari terowongan pemain. Tetapi, laga final ini menjadi perdana bagi sang bek di luar bayang-bayang John Terry yang telah mengucapkan selamat tinggal ke Stamford Bridge pada akhir pekan kemarin.

Cahill sempat berperan besar dengan menghalau tembakan chip Mesut Oezil di garis gawang pada babak pertama. Akan tetapi, secara keseluruhan permainan bertahan Chelsea, terutama David Luiz, saat Arsenal mencetak kedua gol mereka sangatlah mengecewakan.

5. Karier baru Alex Oxlade-Chamberlain sebagai bek sayap

Alex Oxlade-Chamberlain berperan besar sebagai bek sayap kanan dalam formasi 3-5-2 Arsenal sebelum cedera pada April.

Di laga final ini, sang pemain yang belum fit tersebut secara mengejutkan dipasang sebagai bek sayap kiri. Hal ini semakin menunjukkan fleksibilitas sang pemain di mata sang pelatih.

Mantan pemain Southampton itu pun bermain solid walau tak gemilang. Ia bertahan bagus dalam menghadapi tusukan-tusukan Victor Moses, bek sayap kanan Chelsea. Uniknya, kedua pemain adalah penyerang yang dikonversikan sebagai bek sayap.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved