Komunitas
GALERI FOTO - KRJ: Kumpulkan Para Pecinta Teka-teki
PERMAINAN Kubus Rubik (Rubic Cube) atau yang biasa disebut Rubik, bukanlah hal baru. Pada sekitar 2010-2011 lalu permainan
Penulis: rida | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - PERMAINAN Kubus Rubik (Rubic Cube) atau yang biasa disebut Rubik, bukanlah hal baru. Pada sekitar 2010-2011 lalu permainan teka-teki ini sempat booming setelah penyelenggaraan Indonesia Open 2009.
"Komunitas rubik di Jambi sebenarnya sudah ada sejak 2010-2011 lalu cuma sempat mati karena rubik gak booming lagi dan para pengurusnya sudah berpencar," kata Ketua Komunitas Rubik Jambi Adi Maulana, Jumat (12/5).
Hanya saja nama komunitasnya dulu Jambi Rubik Community (Jarum). Adi mulai kembali mengaktifkan komunitas rubik itu pada pertengahan 2015. Ia yang memang penggila rubik, merasa terpanggil untuk membentuk komunitas penghobi rubik.
"Saya mahasiswa Unja asal Bogor. Di Jawa rubik sudah gempar banget, termasuk di Bogor. Setelah ke Jambi saya tidak menemukan komunitas rubik. Disitulah saya ingin bangun lagi komunitas rubik pertama dari teman dekat saya dulu lalu saya cari sisa-sisa Jarum. Dapatlah dua, tiga orang," kenangnya.
Tidak mau berputus asa, Adi gencar memperkenalkan KRJ di sosial media. Hal inilah yang menurutnya paling mujarab mengumpulkan penggila rubik.
"Ada anak SD, SMP, kuliah, kerja, guru juga ada. Kita ngadain gathering dua minggu sekali," Sebutnya.
Bulan lalu, KRJ berhasil mengadakan Jambi Cube Competition yang berhasil membuat anggota KRJ meningkat. Dari anggota awal 15 orang, kini ada lebih 40 orang yang terdaftar.
"Kami semua hobi rubik. Sebenarnya banyak penyuka rubik tapi tidak ada tempat menyalurkannya. Inilah guna komunitas ini," sebutnya.
Mencari Average
RUBIK, menurut Adi adalah hobi yang positif karena dapat membantu mengasah otak. Adi mengatakan anggota komunitas cenderung selalu meningkat.
Ketika gathering, yang kerap diadakan dua minggu sekali ini, anggota komunitas tidak sekedar berkumpul biasa.
"Jadi kami bukan kumpul-kumpul biasa. Kami mencari average, catatan waktu. Jadi setiap lima kali percobaan, kita buang waktu terbaik dan terburuk, dapat tiga waktu, dirata-ratain, kita rata-ratain. Itulah average. Kita catat setiap minggu," ujarnya.
Aktivitas ini tidak hanya untuk melatih perkembangan dalam menyelesaikan rubik tetapi sekalian latihan untuk kompetisi berikutnya. Mulai dari rubrik 2x2 sampai 7x7. Segala bentuk rubik dicoba.
"Jadi hobi anak-anak ini kita salurkan. Jadi main rubik itu ngak cuma diacak tapi asyiknya kita punya keinginan agar waktu (average) meningkat terus. Kita kalau gathering sharing sesama cuber teknik apa yang dilakukan agar bisa cepat menyelesaikan rubik," tutup Adi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/22052017_komunitas-cube_20170522_122414.jpg)