Jumat, 17 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Anak ini Lumpuh, tak Mampu Berdiri Setelah Digigit Kutu Anjing, Sebaiknya Anda Harus Mewaspadai!

Dokter menemukan bahwa dia memiliki kutu yang berada di kulit kepalanya yang tersembunyi di bawah rambutnya

Penulis: bandot | Editor: bandot
Daily Mail
Anak yang mengalami kelumpuhan setelah digigit kutu 

Begitu berada di ruang gawat darurat, mereka menjelaskan semua ketakutan mereka kepada dokter.

"Dokter berbicara kepada kami sebentar dan mengatakan selama 15 tahun terakhir dia telah melihat sekitar 7 atau 8 anak seusianya dengan gejala yang sama dan lebih dari kemungkinan dia mendapat tanda centang," kata Lewis.

Benar saja, dia menemukan kutu yang terkubur di bawah rambutnya.
Itu adalah kutu anjing, yang biasanya tidak membawa penyakit Lyme.

Meski begitu, katanya, orang tua harus waspada terhadap tanda peringatan reaksi gigitan kutu.

"Suami saya dan saya masih shock bahwa ini terjadi pada bayi perempuan kami dan saya senang bisa menyebarkan kesadaran tentang hal ini," kata Lewis.

'Ini tidak biasa terjadi karena ini terjadi tapi ada baiknya untuk menyadari bahwa jika anak-anak atau hewan peliharaan Anda mulai memiliki kelemahan di anggota badan mereka untuk mencari tanda centang!

"Dokter mengatakan kepada kami bahwa jenis kutu yang ditemukan padanya biasanya tidak membawa penyakit lyme (kutu anjing) tapi kami tetap mengamatinya. '

Penyakit Lyme adalah infeksi bakteri yang menyebar ke manusia oleh kutu yang terinfeksi.

Kutu adalah arakhnida kecil yang ditemukan di daerah hutan.
Paru memakan darah manusia dan hewan. Gigitan mereka sering luput dari perhatian, membiarkan kutu itu tetap bertahan selama beberapa hari sambil melahap darah, sebelum berhenti.

Semakin lama kutu tertinggal, semakin tinggi risikonya akibat infeksi.

Penyakit Lyme dapat mempengaruhi kulit, sendi, jantung dan sistem saraf seseorang.

Apa gejalanya?
Gejala yang paling awal dan paling umum adalah ruam merah muda atau merah di sekitar tempat gigitan.

Bisa berkembang tiga sampai 30 hari setelah seseorang digigit. Ruam ini digambarkan mirip dengan mata banteng di papan dart.

Orang yang terinfeksi juga mungkin menderita gejala seperti flu, termasuk kelelahan, sakit kepala dan nyeri otot atau sendi.

Jika tidak diobati, gejala lebih lanjut, termasuk nyeri otot dan kelumpuhan sementara pada otot wajah, bisa berkembang berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved