Terselip Karangan Bunga untuk Anies-Sandi, Move On Dong Coy!
ribuan karangan bunga yang membanjiri Kantor Balai Kota Jakarta, ternyata ada yang isinya memberi dukungan kepada pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno
TRIBUNJAMBI.COM - DI ANTARA ribuan karangan bunga yang membanjiri Kantor Balai Kota Jakarta, ternyata ada yang isinya memberi dukungan kepada pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Move On Dong Coy! Ayo Dukung Oke Oce, begitu bunyi papan bunga yang didominasi warna merah tersebut.
Oke Oce merupakan program kerja pasangan Anies-Sandiaga yang memenangi putaran kedua Pilkada DKI Jakarta berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) berbagaia lembaga survei.
Karangan bunga ukuran 3X1 meter yang mengatasnamakan Topas TV tersebut datang ke Balai Kota sekira pukul 09.30 WIB.
Namun sekira satu jam kemudian bunyi karangan bunga tersebut telah berubah, entah siapa yang menggantinya.
Tulisan Ayo Dukung Oke Oce hilang. Sedangkan di tengah papan tertempel spanduk kecil bertuliskan #MenolakMoveOn menggunakan background motif kotak-kotak, seragam khas pasangan Basuki-Djarot.
Sejumlah karangan bunga lainnya berisi kalimat nyeleneh, di antaranya undangan bagi Basuki Djahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat untuk hadir di pesta perkawinan pengirim karangan buang.
"Pak Ahok dan Pak Djarot, Mungkin Bapak Tidak Diterima di Jakarta, Namun Bapak Diterima di Nikahan Kami, Datang Ya Pak Tanggal 5 Agustus 2017," begitu kalimat di karangan bungan itu.
Sang pengirim menyebut dirinya pasangan Adam dan Niscaya. Di bagian bawah nama pengirim tersebut bertuliskan (Undangan Menyusul).
Ada juga yang memberi pesan sederhana. Dear Pak Ahok dan Pak Djarot, Terima Kasih Kerja Kerasnya, Jangan Lupa Makan Ya, Salam Manis, The Munches'.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, tidak akan melarang warga mengirim karangan bunga.
Ahok, sapaan akrab Basuki, mengaku senang dan menyebut fenomena itu bisa jadi obyek wisata.
"Kita nggak mau melarang. Itu (karangan bunga) kan bisa dijual dan diambil orang. Itu satu papan, nanti orang bisa ambil, lalu jual ke tukang bunga Rp 50 ribu. Ini kan kayak festival bunga," kata Ahok di Balai Kota, Jumat.
Menurutnya, masyarakat bisa menikmati sisi ekonomis papan bunga. Ahok memastikan ribuan papan bunga itu tidak akan menjadi sampah dan akan dikelola secara baik.
"Makanya nanti dikeluarkan, ditaruh semua di Monas. Kalau bikin festival dan karnaval, (keluarin) berapa duit? kan bayar," kata Ahok.
Balai Kota Penuh
Ia memprediksi banyak orang akan memperebutkan papan bunga tersebut.
"Rebutan nanti orang-orang. Rp 50 ribu kalau dijual balik. Ya, sekarang jangan dulu, kasihan. Kan bisa PPSU (Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum) yang jualin," kata Ahok.
Hingga Jumat siang, jumlah karangan bungan yang dikirim ke Balai Kota mencapai 3.200 buah. Sebagian besar telah dipindahkan ke Monas menggunakan truk milik Suku Dinas Kebersihan Jakarta Pusat.
Acep (27), seorang petugas PPSU mengaku telah berulang kali memindahkan karangan-karangan bunga itu menggunakan truk.
Ia menambahkan karangan bunga itu dipindahkan lantaran halaman Balai Kota sudah penuh.
Sejumlah karangan bunga yang baru dikirim tak kalah menggelitik dengan kiriman sebelumnya.
Sebuah karangan bunga berbunyi, "Philipines Hebat Dengan Duterte Sebagai Pemenang, USA Hebat Dengan Donald Trump Sebagai Pemenang, Indonesia Hebat Dengan Ahok-Djarot Sebagai Yang Kalah, Kalah Aja Hebat, Bagaimana Kalo Menang??
Karangan bunga tersebut dikirimkan oleh pihak yang menyebut dirinya Tim #MenolakMoveOn.
Sedangkan karangan bunga lainnya bertuliskan Beli Paku Sama Palunya, Beli Jamu Sama Mboknya, Cintaku Cukup Satu, Untuk Badja Selamanya, dikirim oleh Alumni SMP DB III Pulomas.
Ada juga karangan bungan bernuansa drama Korea. "Oppa Ahok Djarot, Jakarta Tanpa Kalian, Bagaikan Drama Korea Tanpa Lee Min Ho', dikirimkan oleh Kami Yang Dipaksa Terima Kenyataan.(tribunnetwork/fit/wah)