Gelar Lapak Baca Gratis di Hari Buku Sedunia
Hari buku sedunia disambut gembira oleh pegiat literasi di Jambi. Beberapa komunitas lapak baca gratis membuka lapaknya bersama-sama di area kantor gu
Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: bandot
TRIBUNJAMBI.COM - Hari buku sedunia disambut gembira oleh pegiat literasi di Jambi. Beberapa komunitas lapak baca gratis membuka lapaknya bersama-sama di area kantor gubernur bersama komunitas lainnya secara serempak, Minggu (23/4) pagi.
Rajib, yang merupakan penggagas lapak baca gratis rela bangun pagi hari Minggu ini. Dia rela menghidupkan alarm di gawainya agar dapat menepati janjinya di gubernuran. Agar tak terburu-buru mandi dan berangkat ke gubernuran.
Sebab biasanya lapak baca gratis buka di taman jomblo kawasan Kota Baru. Tepatnya di sekitar kantor Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Jambi dan itu pun sore hari.
Lantas pukul 07.00 Rajib sudah berada di gubernuran. Beruntung cuaca pagi itu cerah. Lantas Rajib menggelar sekitar 200 bukunya bersama buku-buku dari komunitas jari menari, rumah baca evergreen dan sahabat ilmu Jambi buka lapak disana. Ada ratusan buku.
Sejam disana, cuaca dirasa agak panas. Mereka kemudian pindah ke bawah pohon di dekat rumah adat. Replika rumah adat yang berada di sayap kanan area gubernuran.
Mereka memilih kawasan itu karena rindangnya pohon. Dibawah teduhnya suasana disana mereka menggelar lapak mereka. Lapak mereka kemudian ramai di kunjungi warga Jambi. Baik yang sekedar jalan pagi mau pun yang berolahraga.

Selain itu ada pula perwakilan dari komunitas Malam Puisi Jambi (MPJ) hadir membacakan beberapa puisi. Selain itu ada pula perwakilan dari sekolah alternatif evergreen yang sekalian berlatih mendongeng, untuk lomba di kantor bahasa.
Keramaian ini berlanjut hingga malam. MPJ mengundang komunitas pegiat literasi ini dalam acara mereka yang turut
merayakan hari buku sedunia.
“Temanya kita memeringati hari buku sedunia. Kencan Buku Bersama Puisi atau disingkat KBBI,” kata Kay, penggerak MPJ.
MPJ sendiri punya konsep sendiri khusus memeringati hari buku ini. Setiap yang datang diharapkan membawa buku dalam keadaan terbungkus dengan kertas koran.
“Seluruh pengunjung nantinya sumbangsih buku untuk disumbangkan atau jika berkenan boleh bertukar dengan pengunjung yang membawa buku pula,” kata Kay.

Acara MPJ dimulai malamnya di salah satu tempat kuliner kawasan Hayam Wuruk, Jelutung. Kay bilang mulai pukul 19.00. "Ada 15 orang nanti yang akan membacakan puisinya," ungkap Kay.
Sementara lapak-lapak baca mulai diangkat sekira pukul 10.00. Mereka semua pulang dan istirahat untuk ikut MPJ malamnya.
Rajib pun beranjak pulang. Membawa buku-bukunya pulang. Dan tidur siang yang lama agar segar kembali mengikuti perayaan puisi dan hari buku dari MPJ.