Senin, 20 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Warga Sebut Hanya Gertak Sambal, Pemkab Rencanakan Razia PETI

Aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Sarolangun telah marak. Terkait hal ini Pemerintah Daerah (Pemkab)

Penulis: Herupitra | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/AWANG AZHARI
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Sarolangun telah marak. Terkait hal ini Pemerintah Daerah (Pemkab) Sarolangun akan menertibkan dengan melakukan razia gabungan.

Hal itu diakui oleh Setda Sarolangun, Thabroni Rozali ditemui beberapa waktu lalu.

“Sejauh kita baru sebatas sosialisasi, bahwa aktivitas PETI sudah merusak lingkungan dan sangat membahayakan pekerjanya sendiri,” kata Sekda.

Namun pada 2017 sebutnya, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak aparat penegak hukum, yang akan melakukan razia secara bersama-sama.

“2017 ada kita anggarkan untuk penertiban PETI, itu anggarannya ada di Satpol PP. Tapi berapa besar anggarannya saya lupa, tapi ada dianggarkan,” ujarnya.

Diungkapkannya, pemberantasan PETI tidak bisa dilakukan oleh pihak Satpol PP saja. Apa lagi dalam melakukan tindakkan harus dilakukan secara bersama-sama pihak terkait.

“Sebab sebelumnya saat dilakukan razia, anggota Satpol PP malah dilempari saat menggelar razia, sehingga tidak bisa dilanjutkan,” akunya.

Terkait rencana Pemkab melakukan razia dianggap warga hanya gertak sambal saja. Sebab sejak dari 2012 lalu, aktivitas PETI sudah marak dan belum ada tindakan tegas dari pihak Pemkab.

“Kalau niatnya mau memberantas, kenapa tidak dari tahun- tahun sebelumnya. Di Kecamatan Batang Asai ini sejak tahun 2012 sudah marak sampai sekarang. Tapi tidak ada tindakan tegas yang di ambil dari Pemerintah dan aparat,” sebut warga asal Batangasai.

Menurutnya, aktivitas PETI tidak dapat diberantas begitu saja. Apa lagi ujarnya, banyak oknum pejabat dan aparat hukum yang juga ikut bermain.

Apa lagi lanjutnya, PETI yang menggunakan alat berat itu, pada umumnya milik oknum tertentu yang punya bekingan. Kalau masyarakat biasa itu hanya mendulang dan tidak merusak aliran sungai

“Kalau pun ada razia, saya rasa sifatnya hanya seremonial saja. Sebab, pelaku PETI yang menggunakan alat berat itu punya pejabat semua. Kalau masyarakat yang mencari makan hanya mendulang tidak pakai alat berat,” tandasnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved