Bus Antik PO Sabang Jaya Ini Diincar Kolektor, Segini Harganya Sekarang
Lie Po Sang (77) tak menyangka bus kayu tua yang ada di garasi belakang rumahnya masih dilirik kolektor. Dua unit bus bekas PO
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKA - Lie Po Sang (77) tak menyangka bus kayu tua yang ada di garasi belakang rumahnya masih dilirik kolektor. Dua unit bus bekas PO Sabang Jaya itu ia jual seharga Rp 50 juta.
Lelaki yang memiliki nama asli Hasan Rusli itu sebetulnya memiliki 12 bus kayu.
Namun sekitar beberapa bulan lalu, dua mobil sudah dijual kepada kolektor mobil antik, sehingga saat ini tersisa 10 yang tersusun rapi di garsi belakang rumahnya di Toboali Bangka Selatan.
"Jumlahnya 12 buah, ada dua saya jual karena ada yang mau beli orang di Pangkalpinang satu seharga Rp 50 juta," kata Lie Po Sangketika ditemui Bangka Pos, Rabu (5/4/2014).
Di belakang rumah Hasan terdapat garasi besar yang menyimpan bus Kayu PO Sabang Jaya.
Ada satu unit yang kondisinya sudah terpotong potong, sementara beberapa yang lain mangkrak di garasi, bodinya berdebu dan berkarat.
"Kondisi telah rusak, ada satu yang sudah terpotong menjadi besi buruk, ada yang terbengkalai begitu saja," kata Lie Po Sang.
Bus Kayu PO Sabang Jaya atau Bintang Selatan ini punya nilai historis yang sangat tinggi.
Bus fenomenal ini mulai melayani penumpang kurun waktu tahun 1954-2000.
"Bus itulah pertama mengantarkan warga Toboali ke Pangkalpinang," kata Lie Po Sang.
Pakar otomotif body repair, CV Sinar Wira Karya Pangkalpinang, Hendra menilai mobil-mobil tua banyak diincar oleh kolektor meski untuk merekontruksi bus yang sudah berkarat dan rusak itu membutuhkan biaya yang sangat mahal.
"Kalau harus direkon, kondisinya sangat mahal. Mungkin harus ganti mesin, memperbaiki rangka, hingga perbaikan body secara menyeluruh. Itu butuh ratusan juta," kata Hendra, Minggu (9/4/2017).
Menurutnya semua itu tergantung kebutuhan untuk apa mobil tersebut. Apakah untuk sekadar dikoleksi atau menjadi City Tour seperti Pownis.
"Jika untuk City Tour, sepertinya harus ganti mesin minimal euro 3 lah, mesin yang masih rendah emisinya," kata Hendra.
Banyak kenangan
Ketua DPRD Bangka Selatan, Sipioni satu diantara warga yang menjadi langganan bus yang ia kenal dengan nama Bintang Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/14042017_bus-antik_20170414_234151.jpg)