Paripurna Tak Kuorum, Mayang Terpaksa Tunda
Rapat paripurna DPRD Bungo terpaksa dibatalkan, Senin (10/4). Pasalnya, meski dua kali diskors, namun tidak kunjung memenuhi kuorum.
Penulis: muhlisin | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Rapat paripurna DPRD Bungo terpaksa dibatalkan, Senin (10/4). Pasalnya, meski dua kali diskors, namun tidak kunjung memenuhi kuorum.
Ketua DPRD Bungo, Ria Mayang Sari langsung memimpin rapat. Semestinya, agenda rapat adalah mendengarkan jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Bungo terhadap Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) tahun anggaran 2016.
Catatan Tribun, hanya 15 orang anggota DPRD yang hadir. Padahal, dengan jumlah anggota DPRD 35 orang, maka untuk mencapai kuorum minimal dihadiri oleh 18 orang.
"Sesuai tatib (tata tertib) DPRD Bungo, karena tidak kuorum maka kita skors selama satu jam," ujar Mayang sembari mengetuk palu sidang.
Setelah satu jam, Mayang kembali naik ke meja pimpinan sidang. Namun kejadian yang sama berulang lagi. Ketika dilaporkan oleh Sekretaris DPRD, ternyata lagi-lagi tidak memenuhi kuorum.
Akhirnya Mayang pun kembali dengan berat mengetuk palu. Kali ini politisi muda Partai Demokrat ini memutuskan menunda rapat paripurna sampai waktu yang belum dipastikan.
"Paling lama tida hari (penundaan). Sesuai tatib seperti itu. Atau tergantung bagaimana nanti keputusan Banmus (Badan Musyawah DPRD) mengagendakan," ujar Mayang lagi.
Mayang juga mengklarifikasi alasan mangkirnya banyak anggota DPRD. Diantaranya karena alasan sakit, dinas luar daerah, dan ada beberapa orang tidak hadir tanpa keterangan.
"Izin 11 orang, sakit empat orang, tanpa keterangan dua orang. Tiga orang sedang dinas luar daerah. Harapan saya pada jadwal berikutnya dapat hadir semua ya. Minimal memenuhi quorum," ucap Mayang lagi.
Sementara itu Sekda Bungo H Ridwan Is, santai menanggapi tidak quorumnya paripurna. Ia mengatakan hal seperti ini sudah biasa terjadi.
"Bagi kita tidak jadi persoalan. Mungkin anggota DPRD yang tidak hadir punya alasan masing-masing. Mungkin ada hal yang lebih penting," ujarnya.
Menariknya, sumber Tribun di internal dewan mengatakan semestinya quorum bisa tercapai. Karena beberapa anggota DPRD hadir sebelum sidang dimulai. Namun mereka tak mengisi absensi dan tak masuk ruangan ketika paripurna dilaksanakan.
"Tadi kita lihat ada beberapa yang sudah hadir di gedung. Tapi sebelum paripurna dimulai orangnya menghilang. Alasannya apa kita juga nggak tau," ujarnya.