Rabu, 8 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Seram, Ini Akibatnya Kalau Suka Memarahi Anak

TRIBUNJAMBI.COM-Setiap orang tua tentu memiliki pola asuh masing-masing. Ada tipe orang tua yang lebih suka

Editor: ridwan

 
TRIBUNJAMBI.COM-Setiap orang tua tentu memiliki pola asuh masing-masing. Ada tipe orang tua yang lebih suka mendidik dan mengajarkan anaknya dengan cara yang lebih santai dan bebas.

Tapi, ada juga orang tua yang cenderung keras, disiplin dan ‘galak’ dalam mendidik anaknya.

Alasannya, agar anak bisa disiplin, tidak manja dan mandiri.

Namun, benarkah anak harus diberikan pola asuh yang keras agar bisa menjadi anak yang disiplin, mandiri dan pintar?

Psikolog Anak dan Remaja, Irma Gustiana Andriani menuturkan bahwa sebaiknya orang tua meninggalkan pola asuh yang cenderung keras pada anak-anak.

Sebab, hal ini ternyata dapat membuat sel-sel otak anak terputus, lho!

“Sekarang zaman, kan, sudah semakin modern, ya. Sebaiknya memang orang tua sudah mulai menghindari pola asuh yang keras, seperti galak atau suka marah-marah."

Bahkan, menurut beberapa penelitian empirik bentakan atau makian yang diterima oleh anak ini sangat berpengaruh pada sel-sel otaknya.

"Apalagi saat anak berada diusia emas, yakni usia 2-3 tahun,” jelasnya.

Menurut Irma, pada usia emas atau dibawah lima tahun, perkembangan sel-sel otak anak sedang berkembang dengan pesat.

Antar simpul saling terhubung untuk membangun kecerdasannya.

Namun, karena anak menerima pola asuh yang salah seperti bentakan membuat simpul-simpul otak ini redup, tidak berkembang hingga mengalami kerusakan.

“Jadi, saat usia sebelum lima tahun itu kan memang usia emas, ya. Dimana sel-sel otak anak ini sedang membangun kecerdasannya, sedang berkembang dengan pesat."

Namun, saat anak menerima pola asuh dengan makian, bentakan, marah-marah, maka sel-sel otak ini tidak terhubung satu sama lain, "Malah semakin meredup dan akibatnya tidak berkembang dengan baik,” jelasnya.

Laili Ira Maslakhah/NOVA.id

Penulis : nova.id

Sumber: Nova
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved