Perancis akan Ikuti Jejak Inggris Keluar dari Uni Eropa?

Akan tetapi, yang mengejutkan adalah tidak sedikit pula pemilih yang menghendaki Perancis mengikuti jejak Inggris untuk keluar dari keanggotaan

DPA/A Delvin
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, LONDON – Lebih dari separuh pemilih di Perancis ingin negaranya tetap menjadi anggota Uni Eropa.

Akan tetapi, yang mengejutkan adalah tidak sedikit pula pemilih yang menghendaki Perancis mengikuti jejak Inggris untuk keluar dari keanggotaan Uni Eropa. Hal itu terungkap dalam laporan riset yang dilakukan oleh Citi.

“Sebanyak 54 persen menginginkan adanya referendum terkait keanggotaan Uni Eropa. Namun demikian, 72 persen menentang (Perancis) untuk keluar dari (mata uang) euro untuk kembali ke franc,” tulis Citi dalam laporannya yang bertajuk “French 2017 elections: Who will gain momentum in the final stretch?” seperti dikutip dari CNBC, Rabu (5/4/2017).

Angka tersebut diperoleh dari survei yang dilakukan secara online terhadap 1.001 orang responden. Survei tersebut digelar pada 7 dan 8 Maret 2017 di Perancis.

Pemilihan presiden Perancis hanya tinggal beberapa minggu lagi dan tampak jelas bahwa Perancis tidak puas dengan politik Eropa. Namun, pada saat yang sama, warga Perancis juga takut akan dampak ekonomi yang timbul jika Perancis keluar dari keanggotaan Uni Eropa.

Calon presiden Marine Le Pen dari Partai Front Nasional sudah berjanji untuk menyelenggarakan referendum yang menuntut Perancis keluar dari Uni Eropa dan pemberlakukan mata uang tunggal dalam enam bulan pertamanya jika terpilih sebagai presiden menggantikan Francois Hollande.

Menurut laporan Citi, hanya 20 persen probabilitas Le Pen akan menjadi presiden. Citi menyatakan, tidak ada jajak pendapat yang menunjukkan bahwa Le Pen memiliki kapabilitas untuk memenangkan pilpres putaran kedua melawan Francois Fillon atau Emmanuel Macron.

“Berdasarkan bukti, kami meyakini probabilitas menang setiap calon adalah sebagai berikut, Fillon 40 persen, Macron 35 persen, Le Pen 20 persen, dan Benoit Hamon 5 persen,” ungkap Citi.

Proyeksi Citi ini dianggap cukup mengejutkan. Pasalnya, jajak pendapat yang dilakukan sejak Januari 2017 telah mengindikasikan bahwa Emmanuel Macron yang kemungkinan besar berada pada peringkat teratas dan menang atas Le Pen.

Adapun jajak pendapat yang dilakukan oleh Le Monde/Cevipof menunjukkan Macron menang pada putaran pertama, dengan persentase probabilitas 25 persen. Ia diprediksi akan mengalahkan Le Pen pada putaran kedua, dengan persentase probabilitas 61 persen.

Editor: nani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved