Penguatan Dollar AS Pudarkan si Kuning
Laju harga emas kembali terhambat oleh penguatan dollar Amerika Serikat (AS). Data ekonomi AS yang positif serta komentar hawkish
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Laju harga emas kembali terhambat oleh penguatan dollar Amerika Serikat (AS). Data ekonomi AS yang positif serta komentar hawkish dari sejumlah pejabat The Federal Reserve membuat kilau emas meredup.
Pada Jumat (31/3) pukul 16.43 WIB, harga emas kontrak pengiriman Juni 2017 di Commodity Exchange melemah 0,34% ke US$ 1.243 per ons troi dibanding sehari sebelumnya. Sepekan terakhir, harga emas turun 0,63%.
Analis Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan, data pertumbuhan ekonomi AS di kuartal IV-2016 naik ke level 2,1%. Padahal proyeksi konsensus ekonomi AS cuma tumbuh 2%. Hal ini membuat kurs dollar AS melambung. Alhasil, harga emas, yang diperdagangkan dengan dollar AS, tergerus.
Efek ganda Brexit
Harga emas bisa menguat, ditopang kekhawatiran akibat gejolak global. Maklum, proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) serta pemilihan umum di Prancis masih menimbulkan ketidakpastian.
Tapi Deddy menilai efek Brexit dan pemilu Eropa tidak bisa mendorong kenaikan harga sampai akhir tahun. "Efeknya bisa mereda ketika gejolak politik juga reda," papar dia. Toh, gejolak tersebut masih bisa mengangkat harga emas ke kisaran US$ 1.239-US$ 1.263 per ons troi hingga akhir semester pertama.
Nanang Wahyudin, Analis Finex Berjangka, menjelaskan, ketidakpastian global, termasuk soal Brexit, juga turut mengangkat kurs dollar AS. Padahal, penguatan the greenback menjadi ancaman bagi pergerakan harga emas.
Karena itu, analis menyarankan investor mencermati lebih jauh dampak Brexit. "Harus dilihat bagaimana respons pasar terhadap Brexit, apakah cenderung beralih ke dollar AS atau emas," lanjut Nanang.
Apalagi, ekonomi Inggris menunjukkan perbaikan. Angka inflasi mulai naik dan ekonomi tumbuh. Bank of England (BOE) bahkan kembali menelurkan wacana kenaikan suku bunga.
Untungnya, ketidakjelasan nasib beleid Donald Trump masih bisa menopang harga emas. Trump sebelumnya gagal meloloskan UU Kesehatan versi pemerintahannya untuk menggantikan Obamacare.
Deddy menyebut rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping juga menyita perhatian. Pelaku pasar menanti apakah pertemuan kedua kepala negara tersebut akan menghasilkan perdamaian. Pasalnya AS dan China sempat terlibat konflik, termasuk di bidang perdagangan maupun klaim wilayah Laut China Selatan.
Secara teknikal, Deddy melihat harga emas di bawah moving average (MA) 200 namun di atas MA100 dan MA50. Stochastic cenderung melemah di area 27. RSI naik ke level 55. Lalu MACD bergulir di area positif.
Sepekan ke depan, Deddy memprediksi harga emas naik dan bergerak di kisaran US$ 1.236-US$ 1.249 per ons troi. Prediksi Nanang harga naik dan bergerak antara US$ 1.230-US$ 1.263 per ons troi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/05032017_emas_20170305_182647.jpg)