Ini Makhluk yang Dimuntahkan Ular Piton di Bogor, Seram
Belum habis kepanikan saat menemukan makhluk melata di saluran airnya, warga Kota Bogor ini kembali dikejutkan hal yang dikeluarkan ular piton.
TRIBUNJAMBI.COM - Belum habis kepanikan saat menemukan makhluk melata di saluran airnya, warga Kota Bogor ini kembali dikejutkan hal yang dikeluarkan ular piton.
Ular piton sepanjang 2,80 meter ditemukan warga Jalan Panorama, Sindang Barang, Kota Bogor di saluran air rumah Fany Fauzi. Fany menemukan ular itu ketika air di kamar mandinya tergenang.
Dengan bantuan warga setempat, Fany berhasil menangkap ular yang menjadi penyebab air di kamar mandinya tergenang itu.
Hewan berjenis piton itu lantas menjadi tontonan warga setempat yang penasaran. Hanya saja sebuah kejadian kembali membuat Fany serta warga setempat terkejut bukan kepalang. Menurut Fany, ketika ular itu sudah ditangkap dia dan sejumlah warga lain hendak memfotonya.
"Pas dipegang perutnya kaya bergerak gitu, seperti mau muntah," tutur Fany kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (31/3/2017).
Benar saja, perkiraan Fany rupanya tepat. Ular itu memuntahkan dua ekor tikus berukuran cukup besar.
"kaget juga ular itu makan tikus dua, mungkin pas mulutnya diikat dia mual," ucapnya.
Kemudian ular tersebut pun di masukan ke dalam kandang. Fany pun belum memiliki rencana aka dikemanakan ular tersebut. "Belum tau mau dikemanain, dipilihara takut bahaya, tapi kalau ada yang mau beli boleh," ujarnya.
Piton di Sulawesi
Seorang petani bernama Akbar (25) ditemukan tewas di dalam perut ular piton sepanjang empat meter di Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Selasa (28/3/2017).
Jasad Akbar ditemukan utuh lengkap dengan pakaian dan sepatu boots yang biasa digunakannya saat berkebun.
Warga menemukan korban di dalam perut ular setelah menangkap dan menyeret ular piton dari sebuah padang rumput di kawasan perkebunan sawit di Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Senin (27/3/2017) sekitar pukul 21.00 Wita, dan membedahnya.
Akbar diketahui hilang setelah pamit menuju kebun sawit miliknya di Desa Salubiro pada Minggu (26/3/2017) sekitar pukul 09.00 Wita, untuk memanen sawit.
Namun, hingga keesokan harinya, korban tak kunjung pulang.
"Kemarin masih sempat pamitan mau ke kebun. Tapi hingga malam hari kami bingung dan sempat cari tahu ke tetangga tapi tidak ada kabar," tutur Iwan, salah satu keluarga korban.