Sabtu, 2 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

GALERI FOTO: Suci Sebelum Nyepi Dalam Melasti

Tribun mengikatkan selendang berwarna oranye di pinggang. Lantunan doa dan musik Bali kemudian dbunyikan melalui sebuah speaker.

Tayang:
Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/JAKA HENDRA BAITTRI
Lonceng berbunyi dan do’a pun dilantunkan. Asap dupa yang aromanya semerbak menyeruak di Pura Giri Indra Lokha, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Minggu (26/3/2017). Upacara melasti akan dimulai agar semua suci sebelum menyepi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tribun mengikatkan selendang berwarna oranye di pinggang. Lantunan doa dan musik Bali kemudian dbunyikan melalui sebuah speaker. Upacara melasti akan dimulai agar semua suci sebelum menyepi.

Lonceng berbunyi dan do’a pun dilantunkan. Asap dupa yang aromanya semerbak menyeruak di Pura Giri Indra Lokha, Kelurahan Kenali Asam Bawah.

Umat Hindu Bali hadir sejak pagi di sana. Bagi yang laki-laki menggunakan ikat kepala yang biasa disebut udeng saat di Bali. Fungsinya untuk mengikat pikiran, agar fokus pikirannya ke Sang Hyang Widhi.

Lonceng berbunyi dan do’a pun dilantunkan. Asap dupa yang aromanya semerbak menyeruak di Pura Giri Indra Lokha, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Minggu (26/3/2017).  Upacara melasti akan dimulai agar semua suci sebelum menyepi.
Lonceng berbunyi dan do’a pun dilantunkan. Asap dupa yang aromanya semerbak menyeruak di Pura Giri Indra Lokha, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Minggu (26/3/2017). Upacara melasti akan dimulai agar semua suci sebelum menyepi. (TRIBUNJAMBI/JAKA HENDRA BAITTRI)

Selain itu umat juga menggunakan selendang diikatkan di pinggang. Fungsinya untuk mengikat perbuatan-perbuatan umat saat sembahyang.

Rata-rata pria menggunakan kemeja berwarna putih. Ada pula yang menggunakan bahan jas. Sedangkan perempuan menggunakan kebaya. Umat Hindu Bali tercatat ada 250 jiwa di Kota Jambi. Mereka hadir untuk menyucikan diri untuk menyambut hari raya Nyepi sekaligus tahun baru Saka 1939, pada Selasa (28/3) depan.

Lonceng berbunyi dan do’a pun dilantunkan. Asap dupa yang aromanya semerbak menyeruak di Pura Giri Indra Lokha, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Minggu (26/3/2017).  Upacara melasti akan dimulai agar semua suci sebelum menyepi.
Lonceng berbunyi dan do’a pun dilantunkan. Asap dupa yang aromanya semerbak menyeruak di Pura Giri Indra Lokha, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Minggu (26/3/2017). Upacara melasti akan dimulai agar semua suci sebelum menyepi. (TRIBUNJAMBI/JAKA HENDRA BAITTRI)

Suhu semakin panas, namun umat Hindu di Pura Giri Indra Lokha khusyuk mengikuti prosesi melasti. Prosesi mensucikan diri dan di luar diri. “Menyucikan Buwana Alit dan Buwana Agung. Baik diri kita masing-masing atau pun semesta,” kata Budiono selaku kepala pembina masyarakat Hindu Kementerian Agama Kanwil Provinsi Jambi, Minggu (26/3/2017).

"Seluruh umat Hindu akan melakukan Catur Grata Penyepian. Yaitu akan melaksanakan puasa nantinya. Menyucikan perkataan dan perbuatan,” katanya.

Selain menyucikan diri, dalam upacara melasti umat juga akan menyucikan alat-alat untuk upacara. Alat-alat upacara seperti umbul-umbul dan bendera serta alat-alat lainnya.

Lonceng berbunyi dan do’a pun dilantunkan. Asap dupa yang aromanya semerbak menyeruak di Pura Giri Indra Lokha, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Minggu (26/3/2017).  Upacara melasti akan dimulai agar semua suci sebelum menyepi.
Lonceng berbunyi dan do’a pun dilantunkan. Asap dupa yang aromanya semerbak menyeruak di Pura Giri Indra Lokha, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Minggu (26/3/2017). Upacara melasti akan dimulai agar semua suci sebelum menyepi. (TRIBUNJAMBI/JAKA HENDRA BAITTRI)

Sebelum semua alat upacara diangkat untuk disucikan, umat kemudian maju ke depan berlomba-lomba berdiri paling depan agar mendapatkan percikan dari air suci. Setelah penyucian lalu umat membawa alat-alat untuk didoakan dan dibawa ke Bebecian, tempat air untuk membersihkan dan menyucikan umat dan alat-alat upacara.

Bebecian ini merupakan pengganti dari danau atau laut. “Kalau di sini kan ada sungai Batanghari. Namun agak sulit menemukan tempat yang datar,” ungkap Budiono sembari tersenyum

Lonceng berbunyi dan do’a pun dilantunkan. Asap dupa yang aromanya semerbak menyeruak di Pura Giri Indra Lokha, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Minggu (26/3/2017).  Upacara melasti akan dimulai agar semua suci sebelum menyepi.
Lonceng berbunyi dan do’a pun dilantunkan. Asap dupa yang aromanya semerbak menyeruak di Pura Giri Indra Lokha, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Minggu (26/3/2017). Upacara melasti akan dimulai agar semua suci sebelum menyepi. (TRIBUNJAMBI/JAKA HENDRA BAITTRI)

Budiono berharap agar umat bergama di Indonesia dapat mempererat persatuan dan kesatuan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Demi menjaga keutuhan NKRI yang penuh dengan keberagaman suku adat dan budaya yang kita cintai ini," kata Budiono.

Lonceng berbunyi dan do’a pun dilantunkan. Asap dupa yang aromanya semerbak menyeruak di Pura Giri Indra Lokha, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Minggu (26/3/2017).  Upacara melasti akan dimulai agar semua suci sebelum menyepi.
Lonceng berbunyi dan do’a pun dilantunkan. Asap dupa yang aromanya semerbak menyeruak di Pura Giri Indra Lokha, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Minggu (26/3/2017). Upacara melasti akan dimulai agar semua suci sebelum menyepi. (TRIBUNJAMBI/JAKA HENDRA BAITTRI)

Budiono mengatakan esoknya, Senin (27/3), umat akan melanjutkan melakukan upacara pecaruan atau tawur agung. Baru melaksanakan kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan saat Nyepi. Berdiam diri dan berpuasa di dalam rumah selama 24 jam. (Jaka Hendra Baittri)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved