Dubes Inggris Untuk Indonesia: Congratulate Jambi

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik yang menjadi key note speaker dalam acara Rakor dan Launching Pergub

Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI/TOMMY KURNIAWAN
Pemerintah Provinsi Jambi bersama Badan Restorasi Gambut (BRG), BNPB dan Forkompinda pagi ini menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bertempat di Swiss Bell Hotel, Senin (13/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi. Tommy Kurniawan

TRIBUNJAMBI.COM JAMBI - Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik yang menjadi key note speaker dalam acara Rakor dan Launching Pergub Jambi dan Perda Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, bertempat di Aula SwissbelHotel, Kota Jambi, Senin (13/3), mengatakan, sangat mengapresiasi Perda dan Pergub Jambi tentang pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

“Provinsi Jambi berani mengeluarkan Perda dan Pergub kebakaran hutan dan lahan. Kita perlu pemimpin yang berani membuat kebijakan,” ujar Moazzam Malik.

Moazzam Malik menegaskan, Indonesia punya peran yang sangat penting terhadap kebakaran hutan dan lahan, karena Indonesia memiliki kawan hutan yang luas, yang bukan hanya paru-paru bagi Indonesia sendiri, tetapi juga paru-paru bagi dunia.

“Kami mendukung Perda dan Pergub, Provinsi Jambi yang pertama memilikinya di Indonesia, dan berharap provinsi lain mengikutinya. Kami bekerjasama dengan 5 provinsi, tetapi hanya Provinsi Jambi yang siap melarang membuka lahan dengan cara membakar,” ungkap Moazzam Malik.

“Congratulate Jambi, saya berjanji untuk mendukung mencegah dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan. Insyaallah Provinsi Jambi menjadi contoh untuk provinsi-provinsi lain.

Staf Duta Besar Inggris untuk Indonesia menambahkan bahwa Pemerintah Inggris memberikan bantuan 3 juta Pounsterling untuk pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan bagi 5 provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi Jambi.

"Bantuan ini sebagai upaya Pemprov Jambi yang sangat serius menangani kebakaran hutan dan lahan. Ini terbukti Tahun 2016 lalu kebakaran bisa diminimalisir," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved