Komplotan Pencuri 30 Ton Semen untuk Proyek Jalan Tol Trans Sumatera Ditangkap

Komplotan pencuri semenuntuk bahan baku proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumateradibekuk personel Subdit III Jatanras Polda Lampung.

Komplotan Pencuri 30 Ton Semen untuk Proyek Jalan Tol Trans Sumatera Ditangkap
TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Suasana pembangunan Tol Palindara di Kawasan Pamulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Selasa (4/10/2016). Pengerjaan Tol Palindra ini sudah terealisasi 15 Kilometer, Tol Palindra yang merupakan termasuk dalam Tol Trans Sumatera ini akan ditargetkan selesai pada Tahun 2018. 

TRIBUNJAMBI.COM - Komplotan pencuri semenuntuk bahan baku proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumateradibekuk personel Subdit III Jatanras Polda Lampung.

Polisi menangkap kelima pelaku saat hendak menjual semen-semen tersebut di Jalan Soekarno Hatta, Rajabasa, Lampung, beberapa waktu lalu.

Kelima tersangka di antaranya Jaka Purnama, Firman, Asep Muslim, Andi dan Aris Fitria. Mereka adalah tukang timbang, sopir dan kernet truk yang mengangkut semen. Satu tersangka TA masih buron.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Kombes Heri Sumarji mengatakan, semen yang digelapkan para tersangka untuk pembangunan Jalan Tol trans Sumatera.

“Jumlah semen yang digelapkan sekitar 30 ton. Kerugian mencapai puluhan juta rupiah,” ujar Heri kepada wartawan pada Minggu (12/3/2017).

Heri menerangkan, cara kerja komplotan ini adalah bekerjasama dengan tukang timbang. Para tersangka bekerja di perusahaan subkontraktor pemasok semen untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.

Mereka bertugas mengangkut semen dari Jawa Barat menuju Lampung. Mereka mengangkut semen menggunakan dua unit truk masing-masing mampu mengangkut 28 ton semen.

Sampai di tempat perununan semen, mobil tersebut ditimbang untuk mengecek berat muatan.

Para tersangka berkomplot dengan tukang timbang. Mereka hanya menimbang sebagian muatan dengan cara hanya memasukkan ban depan truk ke dalam jembatan timbang. Setelah itu, mereka menurunkan muatan sebagian.

Sisa muatan mereka bawa pergi menggunakan truk tersebut. Para tersangka membawa truk ke Jalan Soekarno Hatta, Rajabasa, hendak menjual ke pembeli.

Saat itu tim sedang patroli melihat keberadaan truk di pinggir jalan. Polisi yang curiga lalu mengecek muatan truk.

“Saat diperiksa, para tersangka tidak mampu menunjukkan surat izin. Setelah kami telusuri ternyata mereka menggelapkan semenuntuk jalan tol,” jelas Heri.

Editor: rahimin
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved