Kejati Cek Perkantoran Bukit Tengah
Tim dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi bersama Pekerjaan Umum (PU) dan Pemkab Kerinci melakukan pengecekan di kompleks
Penulis: hendri dede | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Tim dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi bersama Pekerjaan Umum (PU) dan Pemkab Kerinci melakukan pengecekan di kompleks perkantoran Bupati, di Bukit Tengah. Asisten I Setda Kerinci, Julizarman saat mendampingi ke lokasi tersebut mengatakan tim datang untuk menilai volume fisik bangunan perkantoran. Untuk dapat menjadi pedoman kelanjutan pembangunannya nanti.
Ia mengatakan setelah dilakukan pengecekan, sekitar 10 hari nanti tim akan mengeluarkan rekomendasi apakah perkantoran tersebut bisa dilanjutkan atau bagaimana prosesnya. "Jadi dalam melanjutkan pembangunan kita tahu mulai dibatas mana, sesuai rekomendasi tim tersebut yang telah turun melakukan pengecekan. Agar tak masalah dikemudian hari," katanya dikonfirmasi Tribun, Minggu (12/3).
Sedangkan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Negeri Jambi, Azhari sebelumnya telah menyampaikan Surat Perintah (Sprin) untuk turun ke Bukit tengah. Secara tupoksi, tentunya akan melangkah secara hukum untuk percepatan proses. Disamping itu, terkait Bukit tengah, pihaknya akan koordinasi dengan PU dan instansi terkait.
"Posisi terakhir sesuai tugas, kajati memerintahkan tim teknis untuk turun berkoordinasi dengan PU provinsi dan pihak lainnya agar turun ke lokasi," katanya.
Sedangkan Sekda Kerinci Afrizal HS mengatakan perkantoran Bukit Tengah saat ini masih dalam pengawasan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi. Sebab, kasus perkantoran masih dalam tahap penyidikan. Sehingga pembangunan perkantoran di Bukit Tengah Siulak belum bisa dilaksanakan.
Terkait anggaran untuk kelanjutan pembangunan Bukit Tengah sudah dianggarkan Pemkab Kerinci. "Iya kalau anggaran sudah ada, kita hanya menanti jawaban atau rekomendasi tim yang turun Jumat kemarin," katanya.
Sekretaris PUPR Kabupaten Kerinci, M Zukri mengatakan, untuk tahun 2017 anggaran infrastruktur jalan ke Bukit Tengah juga sudah disiapkan bahkan cukup besar.
"Jalan Bukit Tengah itu menghabiskan anggaran sekitar Rp 21 Milyar, diantaranya jalan Lubuk Nagodang ke perkantoran dan Koto Rendah ke Perkantoran Bukit Tengah," tandasnya.
