Femallenials

Pawang Dapur yang Mandiri dan Peduli Pendidikan

SEBAGAI seorang staf dapur di sebuah hotel ternama di Jambi, keahlian memasak dari dara 19 tahun ini tak diragukan lagi.

Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUN JAMBI/ALDINO
Wahyu Ning Thyas 

 BAGI Wahyu Ning Thyas kemandirian itu penting. Dara 19 tahun yang kini bekerja sebagai staff dapur di salah satu hotel besar Kota Jambi ini mandiri merupakan keinginannya sejak masih di bangku sekolah.

“Mandiri itu perlu banget,” katanya.

Sejak akhir semester di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Negeri 4 Kota Jambi Tyas belajar untuk mandiri, diantaranya yakni Tyas pernah menjual cake atau kue buatannya sendiri.

Dia menjualnya dengan niat ingin berusaha mandiri dari orang tua secara finansial.
"Niatnya ingin berusaha mandiri, membantu orangtua gitu," katanya.

Menurut anak bungsu dari empat bersaudara ini seorang perempuan, terlebih di era sekarang, akan lebih baik punya kemandirian.

Wahyu Ning Thyas
Wahyu Ning Thyas (TRIBUN JAMBI/ALDINO)

Sebab menurutnya tak selamanya kita bisa bergantung pada orang lain.

Dia mengandaikan jika tiba-tiba sesuatu yang tidak enak terjadi pada hidupnya, maka dia harus punya cara untuk bisa tetap melanjutkan hidup.

Menurutnya kreativitas penting dimiliki untuk menjalani hidup.

Kemandirian dan kreativitas merupakan dua hal yang tidak bisa tidak dimiliki perempuan modern.

Rasa Tergantung Suasana Hati
SEBAGAI seorang staf dapur di sebuah hotel ternama di Jambi, keahlian memasak dari dara 19 tahun ini tak diragukan lagi.

Kemampuan memasak tersebut dipelajarinya sejak lama, dan lalu diasah saat melanjutkan pendidikan di sekolah.

Bahkan Ia juga masih menyempatkan untuk membuat kue sendiri dan menjualnya.

Wahyu Ning Thyas
Wahyu Ning Thyas (TRIBUN JAMBI/ALDINO)

Tyas membeberkan satu diantara resep bagaimana membuat kue yang nikmat. Menurutnya suasana hati sangat berpengaruh terhadap rasa kue yang dibuat

"Suasana hati mempengaruhi rasa kue yang dibuat. Kadang kalau suasana hati tidak enak, tidak menjual kue," katanya

Kini Tyas sedang tidak banyak pesanan. Dia mengaku juga jarang membuat kue karena disibukkan oleh kerjanya yang baru.

Disamping pekerjaannya itu dia juga mengambil kuliah di program studi Bimbingan Konseling (BK) Universitas Jambi.

Dia menganggap pendidikan penting dan tidak lepas dari kreativitas dirinya sebagai seorang perempuan. (Jaka Hendra Baittri)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved