Sidang Ahok

Hari ini, Rizieq Shihab Bersaksi di Sidang Ahok

Proses hukum kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwaBasuki Tjahaja Purnama (Ahok) memasuki sidang

Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq berdoa seusai melaksanakan salat duhur di Mesjid Al-Aman di sela-sela pemeriksaan sebagai tersangka terkait dugaan kasus penghinaan Pancasila, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (13/2/2017). Pemeriksaan Rizieq berlangsung selama kurang lebih tujuh jam dari pukul 10.00 WIB hingga sore. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Proses hukum kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwaBasuki Tjahaja Purnama (Ahok) memasuki sidang ke-12 pada Selasa (28/2) ini.

Sidang yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, pagi ini dijadwalkan menghadirkan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, sebagai saksi.

Adapun Rizieq merupakan ahli agama yang ditunjuk oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Penunjukkan Rizieq berdasarkan Surat Keterangan MUI Pusat No.Ket-1061/DP/-MUI/XI/2016 yang ditandatangani tanggal 3 November 2016 oleh Ketua MUI dan Sekjen MUI Pusat.

Selain Rizieq, satu ahli lagi dengan nama Abdul Chair Ramadhan dijadwalkan bersaksi. Abdul merupakan ahli pidana dan merupakan anggota dari Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat.

Baik Abdul maupun Rizieq merupakan saksi ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum. Adapun rencana kehadiran Rizieq untuk bersaksi dalam persidangan Basuki sudah diketahui sejak lama.

Bahkan, Ahok sempat keberatan dengan rekomendasi MUI ini. Hal itu diungkapkan Ahok saat menyampaikan keberatan dengan kesaksian Ketua MUI Ma'ruf Amin di persidangan pada Selasa (30/1) lalu.

"Jelas-jelas Rizieq pasang gubernur tandingan dan demo habis-habisan saat saya mau gantikan Pak Jokowi. Jelas Rizieq secara pribadi sentimen tidak menerima saya," ujar Ahok saat itu.

Sementara itu, saat ditanyakan kembali mengenai hal ini pada Senin (27/2/2017) malam, Ahok tak berkomentar banyak. Ia hanya mengangkat pundaknya sambil menggelengkan kepalanya. "Lihat saja nanti," kata Ahok.

Pada Senin malam, Ahok beranjak dari kantornya di Balai Kota DKI Jakarta sekitar pukul 19.00. Dia mengatakan, ia pulang lebih cepat untuk mempelajari berita acara pemeriksaan (BAP) saksi.

Penambahan personel pengamanan

Menghadapi sidang hari ini, polisi akan menambah jumlah personel pengamanan. Meski demikian, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono tak merinci jumlah personel yang akan diterjunkan untuk mengawal sidang tersebut.

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu hanya mengatakan, jumlah personelnya akan cukup untuk mengawal sidang yang menjadi perhatian publik itu.

Dalam tiap sidang tersebut selalu diwarnai aksi unjuk rasa. Massa pengunjuk rasa berasal dari pendemo yang pro dan kontra terhadap Ahok.

"(Penambahan jumlah personel) karena akan banyak massa yang ikut ke sana (sidang Ahok)," kata Argo.

Ia menyampaikan, pihak kepolisian akan memisahkan pengunjuk rasa antara yang pro dan kontra Ahok. Hal itu dilakukan untuk meminimalkan terjadinya gesekan antara dua kubu itu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved