Ahok Mau Jual Tanah dan Bersenang-senang Bila Tak Terpilih
Pemungutan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 tersisa empat hari lagi.
Hasil survei menunjukkan bahwa cagub-cawagub nomor pemilihan satu DKI Jakarta Agus-Sylvi memiliki elektabilitas 28,2 persen.
Kemudian, elektabilitas Ahok-Djarot sebesar 36,2 persen, dan pasangan Anies-Sandiaga memiliki elektabilitas 28,5 persen.
Sementara itu, responden yang belum menentukan pilihannya (undecided voters) sebanyak 7,1 persen.
Survei kali ini merekam perubahan pola dukungan masing-masing pasangan calon bila dibandingkan dengan hasil survei Litbang Kompas pada 7-15 Desember 2016.
Elektabilitas Agus-Sylvi menurun, sementara Ahok-Djarot dan Anies-Sandi meningkat.
Bagaimana perubahan pola dukungan tersebut?
Survei Litbang Kompas ini dilakukan secara tatap muka terhadap 804 responden minimal berusia 17 tahun yang tersebar di enam kota/kabupaten di Jakarta.
Responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis dari daftar pemilih tetap (DPT) DKI Jakarta.
Survei menggunakan metode ini pada tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error (nirpencuplikan penelitian) lebih kurang 3,46 persen.
Meskipun demikian, kesalahan di luar pencuplikan dimungkinkan terjadi.
Siapa Paling Pintar
Agar dapat menjadi calon gubernur dan wakil gubernur, syarat pendidikan minimal dimiliki adalah sekolah menengah atas atau sederajat.
Nah, di Jakarta, tiga pasangan calon merupakan lulusan perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.
Artinya, jenjang telah ditamatkan lebih tinggi dari syarat minimal.
Berbekal pendidikan tinggi, mereka pun siap memimpin ibu kota berpenduduk 10 jutaan jiwa tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/16012017_ahok_20170116_210356.jpg)