EDITORIAL
Tubuh Sehat Jiwa Sehat
Menurut cerita dari beberapa mantan atlet Jambi, dulu tak susah mencari lapangan olahraga di Kota Jambi.
MENS sana in corpore sano. Kalimat dalam bahasa Latin itu sepertinya kini semakin dilupakan. Kalimat yang berarti jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat. Maksudnya jika jiwa seseorang sehat, maka tubuhnya akan sehat juga.
Olahraga menjadi satu diantara cara untuk memperoleh tubuh yang sehat. Tapi beberapa tahun terakhir olahraga menjadi sesuatu yang 'mahal'. Masyarakat susah menemukan fasilitas olahraga yang memadai, kalaupun ada kondisinya masih tidak sesuai harapan atau paling tidak mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk bisa menikmatinya.
Menurut cerita dari beberapa mantan atlet Jambi, dulu tak susah mencari lapangan olahraga di Kota Jambi.
Hampir di setiap kampung memiliki sarana prasarana olahraga. Entah itu lapangan volly, bulu tangkis bahkan lapangan sepakbola.
Barangkali hal itulah yang menjadi satu diantara penyebab olahraga Jambi pernah diperhitungkan di tingkat nasional. Cerita mantan atlet Jambi, dulu tak susah mencari para pemain andal untuk dikirimkan ke ajang olahraga di tingkat regional bahkan tingkat nasional.
Asal tahu saja, Jambi di PON XIV Sumatera Selatan, Provinsi Jambi bertengger di posisi 6 dengan raihan 27 medali emas 28 perak dan 15 perunggu.
Tapi itu dulu, seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan hidup dan juga kebutuhan akan tempat tinggal memaksa lapangan‑lapangan tersebut mesti beralih fungsi untuk pemukiman atau tempat usaha lainnya.
Ditambah lagi gaya hidup modern yang serba praktis membuat olahraga menjadi hal yang 'menyiksa'. Lengkap sudah, sarananya tidak ada, kemauan untuk berolahraga juga berkurang.
Angin segar diembuskan oleh Pemerintah Kota Jambi. Pemkot telah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Sarana Prasarana (Sarpras) Olahraga.
Hal ini melihat animo masyarakat yang akhir‑akhir ini kian bertambah. Dengan selesainya perda tersebut ditargetkan, pada 2017, di setiap kecamatan memiliki sarpras olahraga. Tentu saja disesuaikan dengan kondisi lokasi dan kebutuhan sarpras itu.
Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi menyebutkan dengan penambahan sarana prasarana olahraga di tiap kecamatan, diperkirakan masyarakat yang berolahraga meningkat hingga 70 persen.
Ini sebenarnya bukan hanya tugas pemerintah saja untuk membangunnya, pemerintah mestinya bisa menggandeng swasta. Dalam hal ini para pengembang perumahan untuk ikut membangun sarana prasarana olahraga di lokasi pembangunan perumahan mereka.
Misalnya buat regulasi agar setiap perumahan yang dibangun mesti juga membangun sarpras olahraga umum untuk masyarakat.
Kita berharap dengan semakin banyaknya sarpras olahraga, masyarakat semakin gandrung berolahraga dan berimbas dengan semakin baiknya kualitas kesehatan masyarakat, semakin produktif.
Dengan semakin banyaknya masyarakat berolahraga, kita berharap berdampak pada munculnya bibit‑bibit atlet andal yang bisa dipoles untuk berprestasi mewakili Kota Jambi, bahkan Provinsi Jambi di tingkat nasional. (*)