Rumor Presiden Bashar Al-Assad Derita Stroke Langsung Dibantah Pemerintah Suriah

Sempat beredar rumor di media sosial dan situs-situs berita Arab terkait kesehatan Bashar Al-Assad

Editor: bandot
AP
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Suriah Bashar al-Assad saat bertemu di Moskow akhir tahun 2006. Presiden Assad telah memulihkan perjanjian persahabatan tahun 1980 antara Suriah dan Rusia. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah Suriah membantah rumor Presiden Suriah Bashar Al-Assad menderita stroke.

Sempat beredar rumor di media sosial dan situs-situs berita Arab terkait kesehatan Bashar Al-Assad.

Menurut pemberitaan yang beredar, orang nomor satu negara yang sedang dilanda konflik itu dalam kondisi kritis akibat stroke.

Namun, hal itu dibantah kantor Pemerintah Suriah yang mengatakan Bashar Al-Assad masih bekerja normal.

"Presiden Suriah membantah semua laporan pemberitaan tersebut. Presiden Assad dalam kondisi yang baik-baik saja," demikian pernyataannya, Sabtu (28/1/2017).

Menurut pernyataan tersebut, rumor-rumor itu hanya bertepatan saja dengan situasi dinamika politik Suriah.

Juru bicara kepresidenan Suriah juga merespons rumor-rumor tersebut dengan sindiran yang seakan menuduh ada pihak lain di balik rumor tersebut.

Media cetak Arab Saudi, Okaz, bahkan menyebut Bashar Al-Assad sedang menderita kanker otak dan hal itu selama ini disembunyikan dari publik.

Ada pula yang berspekulasi Bashar Al-Assad dalam kondisi kritis karena ditembak seorang ajudannya seperti yang disebut media Prancis Le Point.

Tetapi, kegiatan Bashar Al-Assad yang berjalan normal telah dibuktikan oleh kanal berita Ikhbariya, Senin (30/1/2017) yang mengatakan sang presiden hari itu bertelepon dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Daily Mail/Reuters)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved