Catatan Akhir Tahun

Bomber Jokowi hingga Para Penikmat Kopi

MASIH ingat bagaimana boomingnya jaket bomber setelah dipakai oleh Presiden Joko Widodo, saat memberikan

Penulis: bandot | Editor: Fifi Suryani
TWITTER
Jaket yang dikenakan Presiden Jokowi saat konferensi pers seusai demo 4 Noveber jadi sorotan netizen, Sabtu (5/11/2016). 

TRIBUNJAMBI.COM - MASIH ingat bagaimana boomingnya jaket bomber setelah dipakai oleh Presiden Joko Widodo, saat memberikan keterangan pers usai demonstrasi 4 November 2016?

Jaket yang awalnya digunakan oleh para pilot pesawat tempur ini langsung menjadi buruan nomor satu para pengikut mode. Ini tak lain setelah menjadi pembahasan dan di media sosial bahkan menjadi trending topic di kalangan netter. Selama berhari-hari netizen membahasnya.

Ada pula trennya tas Coach, Gucci Sneakers, dan Adidas Sneakers Camouflage yang dikenakan anggota Polda Metro Jaya saat menumpas pelaku teror Jakarta di area Sarinah, Thamrin, awal Januari lalu. Barang-barang berkelas yang dipakai polisi itu juga jadi buruan para pecinta mode.

Bagaimana juga atribut mulai dari T Shirt, Polo Shirt hingga jaket yang bertuliskan Turn Back Crime digandrungi masyarakat mulai dari orang dewasa sampai anak-anak.

Di bidang musik tahun ini sepertinya tahunnya Young Lex, AwKarin dan juga Rich Chigga, rapper 16 tahun yang bikin dunia kagum. Memanfaatkan media sosial youtube para rapper ini menapaki ketenaran.

Sementara untuk film sepertinya tahun 2016 adalah tahunnya para Superhero, mulai dari Batman vs Superman, The Avengers, Wonder Woman yang terkini yakni Doctor Strange, dan jangan dilupakan fenomena Ada Apa Dengan Cinta II dan Warkop Reborn 'Jangkrik Bos' menjadi perbincangan.

Tren itu berawal dari media sosial. Setelah menjadi trending topic, jadi perbincangan di forum-forum dunia maya, ditambah dengan ramainya pemberitaan dari media mainstream membuatnya kemudian menjadi tren.

Tanda pagar atau hashtag (#) menjadi tanda yang ampuh untuk menciptakan satu fenomena sosial termasuk diantara tren dan gaya hidup.

Di Jambi, tren fashion, mode, musik juga tak jauh beda, masih berkiblat pada perkembangan di tingkat nasional.

Meski begitu untuk lifestyle, Jambi sepertinya punya tren tersendiri. Nongkrong di kafe menjadi satu diantara kebiasaan yang pada tahun 2016 ini berkembang menjadi gaya hidup.

Kegemaran anak muda dan masyarakat Jambi untuk bersosialisasi di kafe ini pernah diberitakan oleh Tribun Jambi, pada pertengahan Agustus lalu.

Betapa kalangan anak muda juga pengusaha di Jambi semakin terbiasa nongkrong di kafe. Itu seiring semakin banyaknya spot yang tak sekadar menjual menu tapi juga menjual suasana nyaman hadir di Jambi.

Kafe dianggap sebagai tempat yang nyaman menghabiskan waktu, dan menjadi gaya hidup kekinian. Mereka tak lagi mempermasalahkan tarifnya yang relatif tinggi.

Masyarakat urban ini hadir ke kafe dengan beragam alasan. Mulai dari sekadar nongkrong bareng, atau bahkan mengerjakan tugas kuliah. Tak sedikit pula yang demi urusan bisnis.

Meski relatif mahal, namun demi kenyamanan, uang tak jadi soal. Mereka menikmati nongkrong berjam-jam bersama kolega atau sekadar browsing internet memanfaatkan Wi-fi gratisan kafe.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved