Pakar Sebut Pemilih Meninggalkan Ahok Tapi Tak Langsung Pindah ke Calon Lain
Turunnya elektabilitas pasanganBasuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat merupakan hal wajar
TRIBUNJAMBI.COM - Turunnya elektabilitas pasanganBasuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat merupakan hal wajar setelah Ahok menyandang status tersangka dugaan penistaan agama.
"Saya rasa ini adalah respons wajar setelah Ahok dinyatakan tersangka," ujar Pakar Komunikasi Politik Ade Armando kepada Tribunnews.com, Kamis (24/11/2016).
Ade Armando menangkap hal menarik dari Survei Indikator Politik Indonesia.
Orang yang semula menjadi pendukung Ahok-Djarot, ketika Ahok berstatus tersangka tidak menyeberang memilih calon lainnya.
Hal itu, kata Ade Armando terlihat dalam hasil survei yang menyebutkan pemilih yang belum tahu itu cukup tinggi yakni hampir 20 persen.
Ia menilai orang yang semula sangat yakin memilih Ahok, kini menjadi agak ragu-ragu. "Tapi ini tidak berarti mereka yang meninggalkan Ahok ini langsung pindah ke dua pasangan lainnya," jelas Ade kepada Tribunnews.com
Fakta bahwa hampir 20 persen masuk dalam kategori undecided voters, menurutnya, masih akan terus diperebutkan.
"Jadi dalam pandangan saya relatif merendahnya suara Ahok saat ini lebih karena alasan emotional. Tapi bila perlahan pemlih kembali rasional, suara Ahok akan menguat kembali," kata Ade Armando.
Hasil survei terbaru yang digelar lembaga survei Indikator menempatkan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor satu, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, pada urutan pertama.
Elektabilitas Agus-Sylvi disebut sudah berada di angka 30,4 persen saat ini.
Agus-Sylvi disebut mengungguli pasangan nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat yang berada di urutan kedua dengan eletabilitas 26,2 persen.
Sementara itu, pasangan nomor tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, disebut berada pada urutan ketiga dengan elektabilitas 24,5 persen.
"Tapi ketiganya punya peluang masuk putaran kedua. Tidak ada satu pun yang bisa mengklaim bisa menang satu putaran," kata Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi saat mengumumkan hasil survei di kantornya, Jakarta, Kamis (24/11/2016).
Burhanuddin Muhtadi menyebut pihaknya juga sempat menanyakan kepada responden untuk menjawab secara spontan siapa tokoh yang akan mereka pilih sebagai gubernur DKI.
Hasilnya, Agus berada pada urutan pertama dengan 22,3 persen, Ahok pada urutan kedua dengan 19,4 persen, disusul berturut-turut Anies dengan 17,4 persen, Sandiaga Uno dengan 0,4 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ilustrasi-pilkada-dki-jakarta_20161001_151108.jpg)