Waspada Banjir di Wilayah Batanghari
Beberapa kecamatan di Kabupaten Batanghari telah mengalami musibah banjir
Laporan Wartawan Tribun Jambi , Suci Rahayu
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Beberapa kecamatan di Kabupaten Batanghari telah mengalami musibah banjir.
Diantaranya sudah terjadi di kecamatan Batin XXIV, Maro Sebo Ulu, Pemayung, Maro Sebo Ilir, Muara Bulian dan Muara Tembesi.
Kasi Kedaruratan dan Logistik di BPBD Batanghari, Makmun mengatakan, saat ini ketinggian air sungai Batanghari sudah mencapai 255 cm. Artinya, Batanghari sudah memasuki siaga III atau status waspada.
“Nanti kalau tinggi muka air (TMA) sungai Batanghari pada pemantauan di Dermaga Muarabulian mencapai 270 cm, itu sudah memasuki siaga II,” kata Makmun, Rabu (23/11).
Ketika air sudah mencapai 270-300 cm, maka susah memasuki siaga II. Dan pada kondisi ini, sejumlah desa di beberapa kecamatan dipastikan akan kebanjiran seperti pada tahun sebelumnya.
Satu sekolah di Desa Teluk, Kecamatan Pemayung sudah mulai terendam air. "Siswa memang belum diliburkan, tapi bergantian menggunakan ruang kelas yang tidak terkena air. Yakni SD 18/I Desa Teluk," imbuhnya.
Berdasarkan pemantauan TMA sungai Batanghari di Dermaga Muara Bulian Rabu, 23 November 2016 pada pukul 7.00, ketinggian air mencapai angka 255 cm. Sedangkan pada pemantauan pukul 17.00 WIb Selasa 22 November 2016, ketinggian air mencapai 251 cm. Itu artinya dalam kurun waktu 14 jam terakhir, tinggi muka air sungai Batanghari mengalami peningkatan mencapai 4 cm,” sebutnya.
Makmun berharap agar debit air sungai Batanghari segera turun. “Mudah-mudahan, air sungai Batanghari yang meluap segera surut,” harap Makmun.
Terpisah, Camat Bathin XXIV, Ibnu Hajar mengatakan beberapa wilayah di kecamatan nya sudah mulai terendam air sejak beberapa hari lalu. "Saat ini memang belum sampai ke rumah, namun pekarangan, jalan serta lebih sudah mulai terendam air dan ketinggiannya juga tidak sama," katanya.
Selain itu, tanaman palawija maupun tanaman pangan yang ditanam masyarakat di belakang rumah juga sudah terendam air. "Tanaman pangan seperti palawija, ubi kayu, dan tanaman lain yang ada di pekarangan warga sudah terendam. Jika terlalu lama, dipastikan akan busuk dan tidak bisa di panen," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/banjir-di-batanghari_20161121_215217.jpg)