Ini Kata Zola soal Penambahan Terminal Bandara

Gubernur Jambi Zumi Zola menyatakan pihaknya memberikan dukungan peningkatan fasiltas bandara yang juga

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI/JAKA HENDRA BAITTRI
Zola bersama Tim V BPK RI, pada Kamis (16/11) lalu saat sertijab kepala BPK perwakilan jambi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Heri Prihartono

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Gubernur Jambi Zumi Zola menyatakan pihaknya memberikan dukungan peningkatan fasiltas bandara yang juga sejalan dengan komitmen presiden untuk mengoneksikan daerah melalui bandara. Komitmen ini dilakukan dengan pembangunan lebih awal dari rencana 2019.

 Kata Zola pengembangan terminal ini sebagai langkah bertahap mulai dari 1,6 juta (saat ini), kemudian  2,5 juta hingga 3,5 juta penumpang per tahun. Langkah ini sebagai upaya mendorong status bandara menjadi internasional, dengan adanya kajian lebih lanjut.

Di Jambi harus ada tujuan wisatawan, satu diantaranya ke Kerinci. Bandara Depati Parbo menjadi perhatian khusus yang terus didorong dengan penambahan rute baru. Dengan adanya peningkatan fasillitas di bandara tersebut, maka rute baru dapat terealisasi. Dicontohkan Jambi-Padang dalam sehari dapat membawa 40 penumpang dikalikan 4 bus, estimasi ini kiranya dapat dijelajahi menggunakan penerbangan dengan pesawat ATR.

“Kalau ATR bisa dua pesawat dan lebih cepat, lebih efektif serta ada peluang yang bagus,” kata Zola.

Peluang yang dikaji secara bertahap mulai dari Bandara Depati Parbo di Kerinci terlebih dahulu. Saat ini di bandara tersebut masih terkendala pembebasan lahan yang ditekankan Zola untuk kerjasama dari pihak terkait.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memuji potensi pariwisata Kabupaten Kerinci, kiranya menjadi suatu keharusan untuk memaksimalkan dengan peningkatan infrastruktur dan prasarana di kabupaten tersebut.

Selain itu yang tak kalah penting menurut Budi adalah memastikan adanya penerbangan ke Kerinci. Hal ini yang kiranya dipenuhi dengan adanya penerbangan tambahan dari Jambi, yang selama ini hanya digarap satu maskapai perintis Susi Air.

Perhatian kepada wisatawan juga diperlukan agar mampu menjadi daya tarik, dengan peningkatan pelayanan. Jika ini dilakukan dengan optimal maka bandara Sultan Thaha Jambi menjadi contoh positif bagi bandara lainnya di Indonesia.

Dengan adanya konektivitas yang memadai menuju Kerinci, misalnya 10 penerbangan menjadi modal untuk Bandara Sultan Thaha Jambi bersatus Internasional.

“Bayangkan jika 10 penerbangan maka penumpang akan naik,” kata Budi.

Penerbangan Internasional tak hanya mengandalkan wisatawan, namun juga didukung dengan konektivitas haji yang selama ini masih melalui Bandara Hang Nadim Batam.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved