Nakhoda RI Diculik, Kemenlu Langsung Bergerak

Dalam melakukan aksinya, para penculik yang berjumlah sekitar lima orang itu membawa senjata laras panjang. Mereka menumpang speedboat jenis fiber ber

Editor: Deddy Rachmawan
KOMPAS.com/Sabrina Asril
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Dua warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Negara Bagian Sabah, Malaysia kembali menjadi korban penculikan di laut.

Liaison Officer pada Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Kompol Navy Arman mengatakan, kasus penculikan tersebut sedang ditangani Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu.

"Ditangani di Konjen RI Kota Kinabalu. Silakan konfirmasi langsung ke KJRI KK," ujarnya, Minggu (6/11).

Informasi yang diperoleh Tribun, penculikan WNI itu terjadi di Terumbu Pegasus, Perairan Kertam, yang berada di sekitar 13 ‑ 15 Nautical Mile dari Muara Kuala Kinabatangan, Perairan Sabah, Malaysia.

La Utu bin La Raali,  WNI yang diculik itu merupakan kapten Kapal Nelayan SSK 00520 F.

Sedangkan La Hadi bin La Adi merupakan kapten Kapal Nelayan SN 1154/4 F.

Kedua WNI yang diculik Sabtu (5/11) sekitar pukul 11.00 itu berasal dari Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Dalam melakukan aksinya, para penculik yang berjumlah sekitar lima orang itu membawa senjata laras panjang. Mereka menumpang speedboat jenis fiber berwarna kelabu.

Kedua kapten kapal tersebut diculik di dua lokasi berbeda yang saling berjauhan.

Belum bisa dikonfirmasi kelompok yang melakukan penculikan dimaksud.

Sebelumnya, kelompok bersenjata juga melakukan penculikan terhadap tiga WNI  asal Nusa Tenggara Timur di Negara Bagian Sabah pada Juli lalu.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan KJRI Kota Kinabalu dan KJRI Tawao.

"Kita sudah bergerak untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas dan juga melakukan koordinasi dengan otoritas setempat," terangnya.

Retno mengatakan dirinya juga terus mencari informasi yang lebih rinci terkait penculikan tersebut.

Menlu mencari informasi kepada pihak keamanan Malaysia, pemilik kapal dan 6 ABK yang berhasil lolos dari penculikan.

Komandan pasukan keamanan Sabah Timur, Datuk Wan Bari Wan Abdul Khalid, mengatakan penculikan dua WNI terjadi di wilayah yang berjarak beberapa mil laut dari Sungai Kinabatangan.

Lokasi diculiknya kedua orang tersebut dikenal dengan sebutan karang Pegasus.

"Dalam insiden pertama, lima orang bersenjata dengan speed boat naik ke kapal nelayan dan menculik kapten 52 tahun," kata Wan Bari.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved