Setelah Buang Mayat, Brigadir Medi Jual Mobil Anggota DPRD ke Oknum Aparat
TRIBUNJAMBI.COM, BANDAR LAMPUNG - Persidangan kasus pembuangan mayat mutilasi anggota DPRD Bandar
TRIBUNJAMBI.COM, BANDAR LAMPUNG - Persidangan kasus pembuangan mayat mutilasi anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor dengan terdakwa Tarmidi kembali digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (31/10).
Baca: Mobil Korban Mutilasi Bau Anyir Darah Bikin Mual, Tukang Cuci Mobil Sampai Muntah-muntah
Pada persidangan ini, jaksa penuntut umum Agus Priambodo dan Sukaptono menghadirkan tujuh orang saksi. Mereka adalah Rima Rodita (karyawan Kantor Kas BRI Polresta Bandar Lampung), Heri Kiswanto (polisi), Kiki Oktora (polisi), dan Rendi Kristianto (polisi).
Tiga orang saksi lainnya adalah teman dan saudara Tarmidi yang sama-sama bekerja di warung Mie Aceh. Mereka adalah Muksalmina, Junaidi alias Nedi, dan Miswar.
Pada persidangan ini terungkap keberadaan mobil Toyota Kijang Innova milik Pansor yang sempat hilang.
Tiga anggota Polda Lampung Heri, Kiki, dan Rendi mengatakan, menangkap Tarmidi di depan Polsek Natar, Lampung Selatan. Ketika itu Tarmidi sedang dalam perjalanan pulang dari Aceh menuju Bandar Lampung.
Tarmidi berada di dalam mobil Toyota Avanza warna hitam bersama lima rekannya. "Saat kami geledah tasnya, kami temukan jam tangan Seiko milik Pansor," ujar Heri.
Menurut Heri, Tarmidi mengaku jam tangan itu diberikan oleh tersangka Brigadir Medi Andika (berkas terpisah). Setelah menemukan jam tangan korban, ketiga polisi ini juga menceritakan proses penemuan mobil Pansor.
Kiki menerangkan, Medi dan Tarmidi membawa mobil Pansor ke Merak, Banten. Medi menjual mobil itu kepada dua orang yang tidak dikenal. Hasil penyelidikan, mobil dijual kepada oknum aparat.
Kiki mengatakan, timnya akhirnya menemukan mobil Pansor di Banyuwangi dengan nomor polisi yang sudah diganti. Kepastian mobil tersebut milik Pansor diketahui dari nomor rangka dan nomor mesin.
Pada saat itu, Kiki mengecek kondisi mobil dan melihat ada lubang bekas peluru di jok sopir dan jok penumpang depan. Bahkan, kata Kiki, masih ada bercak darah di bawah karpet mobil.
Tarmidi bersama Brigadir Medi Andika membuang mayat M Pansor di OKU Timur, Sumatera Selatan, pada 16 April 2016. Mayat Pansor ditemukan dalam keadaan tubuhnya terpotong-potong.
Sebelumnya, pihak keluarga kehilangan kontak dengan Pansor setelah pergi dari rumah membawa mobil Innova warna abu-abu metalik miliknya.
Saldo Awal Rekening Rp 300 Ribu
RIMA Rodita, karyawan Kantor Kas BRI Polresta Bandar Lampung dalam kesaksiannya mengatakan, Medi pernah menanyakan kepada dirinya mengenai pembuatan nomor rekening di kantor kas BRI Polresta Bandar Lampung.