EDITORIAL
Godaan Nakal si Aurum
EMAS, atau logam mulia kuning atau yang dalam bahasa kimia disebut sebagai aurum dengan lambang Au memang selalu menjadi idola dan dambaan manusia.
EMAS, atau logam mulia kuning atau yang dalam bahasa kimia disebut sebagai aurum dengan lambang Au memang selalu menjadi idola dan dambaan manusia. Bahan tambang yang memiliki nomor atom 79 ini mendapat posisi atas, baik sebagai benda perhiasan, gaya hidup, penghargaan hingga investasi. Nilai jual yang cukup tinggi membuat para pendulang berlomba-lomba mencarinya.
Padahal untuk mendapat benda yang menjadi legenda dari jaman dahulu kala ini sudah ada aturan mainnya. Tak bisa sembarangan untuk menambangnya. Namun tampaknya aturan main tersebut hanya sebatas aturan tanpa ada penindakan nyata di lapangan. Bagaimana tidak? ini dibuktikannya dengan masih maraknya Penambangan Emas Tanpa Izin alias PETI di Jambi.
Meski berkali-kali razia pemberantasan PETI dilakukan, namun tak kunjung membuat jera. Puluhan bahkan mungkin sudah ratusan nyawa melayang akibat akitivitas PETI, tetap tak menyurutkan minat para pemburu. Rusaknya lingkungan akibat penambangan liar yang telah menyebabkan banjir, juga tak membuat luluh hati.
Godaan nakal dari si Aurum tampaknya lebih menggiurkan dibandingan dengan kenyataan yang ada. Sekali lagi, aktivitas penambangan emas bukan dilarang, namun tentunya ada aturan sehingga tak ada lagi dampak negatif serta nyawa melayang sia-sia.
Terbaru adalah diamankannya sindikat PETI oleh Polda Jambi. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 9 kilogram emas yang dibentuk dalam 12 keping berhasil diamankan. Dua orang sebangai penampung emas-emas ilegal dan satu lagi bertugas sebagai pengepul dari para penambang ilegal. Oleh pihak kepolisian, ditaksir emas-emas ilegal tersebut mencapai harga sebesar Rp 5,2 miliar.
Angka yang cukup fantastis. Wajar jika kemudian para pelaku PETI tak memperdulikan dampak negatifnya. Dari keterangan Polda Jambi, dari Januari 2016 hingga kini telah ditangani sebanyak 13 kasus PETI dan sebanyak 28 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Gubernur Jambi, Zumi Zola pun telah mengadukan persoalan ini ke Pusat. Tujuannya agar mendapat dukungan penuh untuk menumpas PETI yang telah merusak lingkungan dan menelan banyak korban. Kini kita tinggal menunggu gebrakan bersama untuk menumpas PETI, pasca diamankannya emas ilegal dalam jumlah cukup besar, semoga berhasil. (*)