Ratusan Pedagang Pasar Tanjung Bajure akan Direlokasi

Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui kantor pengelola pasar akan merelokasi sementara

Penulis: hendri dede | Editor: Fifi Suryani

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAI PENUH - Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui kantor pengelola pasar akan merelokasi sementara ratusan pedagang pasar Tanjung Bajure ke terminal angkutan kota. Pasalnya pedagang sembako di pasar Sungai Penuh berseliweran di M.Yamin hingga jalan RE Martadinata, dikarenakan adanya proyek rehabilitasi Pasar Tanjung Bajure. Akibatnya pasar Sungai Penuh semakin semrawut dan sempit, jalan raya yang seharusnya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa digunakan.

Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Harianto mengatakan saat ini relokasi pedagang merupakan jalan satu-satunya. Sebab daya tampung pasar tanjung bajure tidak sebanding jumlah pedagang yang ada. Ia menyebut data terakhir kantor pengelola pasar, jumlah pedagang Sembako dan Pedagabg Kaki Lima (PKL) mencapai 575 orang. Sementara daya tampung sementara hanya 160 lapak.

"Jadi jika renovasi pasar Tanjung Bajure selesai, masih ada 350 orang pedagang yang tidak bisa tertampung. Ini rencana akan direlokasi sementara," ujarnya saat sidak bersama Wawako Zulhelmi, Kamis (20/10).

Sementara itu menanggapi rencana pemindahan pedagang ini, Kepala Dinas Perhubungan Haidir, meminta kantor Pasar dan tim menetapkan jam operasional pedagang. Karena yang akan digunakan sebagai lokasi sementara adalah terminal angkutan kota. Sedangkan pihaknya siap melakukan pengaman dan bekerjasama sesuai instruksi wakil walikota.

Selain itu perlu perencanaan yang matang, karena ckup banyak yang akan dipindahkan.

"Supaya tidak akan timbul persoalan baru, makanya harus ada jadwal, karena jam 9 terminal mulai ramai,” katanya.

Sedangkan Ketua Komisi II DPRD Sungai Penuh, Ahmad Sanusi mewanti-wanti Kantor Pasar untuk tidak bermain-main terkait rencana pemindahan pedagang kaki lima di jalan RE Martadinata ke dalam terminal angkutan kota. Peringatan komisi II ini juga ditujukan kepada aparat keamanan. Supaya ini benar-benar diatur dengan cermat.

“Sebelum dipindahkan ke dalam terminal, tata dulu tempatnya, data jumlah PKL di pasar tumpah jalan RE Martadinata yang mau dipindahkan.  Jangan nanti yang pindah lebih banyak. Aparat keamanan juga begitu, jangan membekingi pedagang, solusi ini hanya untuk pedagang di pasar tumpah saja,” ujarnya.

Ahmad Sanusi mengaku, komisi II sering didatangi pedagang yang berjualan di jalan M.Yamin, mereka menanyakan keluhan pedagang.

"Jadi harus teliti pemerintah, jangan sampai terjadi masalah baru soal relokasi pedagang ini," ungkapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved