FOTO: Satu Unit Ekskavator Tenggelam di Danau Bento
Warga desa Renah Kasah, Kecamatan Kayu Aro, Kerinci dibuat panik saat menyaksikan alat
Penulis: hendri dede | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Warga desa Renah Kasah, Kecamatan Kayu Aro, Kerinci dibuat panik saat menyaksikan alat berat berupa ekskavator yang akan menyeberang. Alat berat tersebut merupakan sewaan pemerintahan desa setempat untuk bekerja membuka jalan di Renah Kasah.
Informasi dari Kensu, warga setempat mengatakan ekskavator hendak lewat dari Renah Kasah menuju jalan ke goa Kasah, Kayu aro. Namun harus menyeberangi rawa Danau Bento.
"Jadi pihak aparatur desa sudah menyiapkan alat berupa kayu yang dipasang di dalam rawa itu. Cukup banyak, karena biasanya begitu," ungkapnya Jumat (21/10).
Namun saat eskapator menyeberang, kayu tak mampu menahan beban tersebut. Hingga ekskavator milik proyek tenggelam di dalam rawa. Puluhan warga desa lainnya hanya bisa melihat dan tak bisa berbuat apa-apa.
"Karena kejadiannya begitu cepat, jadi panik. Mau bantu tak bisa," ujarnya lagi.
Menurut warga setempat, alat berat ini telah disewa dengan dana desa untuk pelebaran jalan. Namun sampai saat ini alat berat tak bisa bekerja, karena masih tenggelam di dasar danau bento.
"Mau diangkat sepertinya tidak bisa," sebutnya
Camat Kayu Aro, Wal Amri mengakui adanya alat berat yang tenggelam di rawa danau bento. Ia mengatakan kejadian ini baru pertama kali, karena sebelumnya ekskavator juga dibawa dengan cara yang sama melewati danau itu. Amri mengatakan belum mengetahui bagaimana perjanjian sebelumnya antara desa dengan pemilik alat berat. Sehingga solusinya apakah diganti rugi atau tidak oleh desa. Akan tetapi, keterangan pemerintahan desa setempat sudah dibayar panjar Rp50 juta.
"Iya sudah dibayar panjar Rp50 juta, pembayaran itu sebelum alar berat bekerja di sana," kata Camat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/21102016_ekskavator_20161021_202057.jpg)
