Motif Batik yang Hanya Boleh Dikenakan oleh Raja

Pada zaman dahulu sebelum batik berkembang pesat seperti halnya di era saat ini, motif parang hanya boleh dikenakan para raja.

Editor: Nani Rachmaini
Doc. Buku Batik: Filosofi, Motif, dan Kegunaan karya Adi Kusrianto
Salah satu contoh motif parang yang biasa digunakan oleh raja. Sumber: Buku Batik: Filosofi, Motif, dan Kegunaan karya Adi Kusrianto. 

TRIBUNJAMBI.COM – Pada zaman dahulu sebelum batik berkembang pesat seperti halnya di era saat ini, motif parang hanya boleh dikenakan para raja. Mengapa demikian?

Adi Kusrianto menjelaskan dalam bukunya yang berjudul Batik: Filosofi, Motif, dan Kegunaan, motif parang termasuk baju kebanggaan anggota keraton. Bahkan, yang boleh menggunakannya hanya raja, permaisuri, dan putranya keturunan langsung.

Istilah parang seperti dijelaskan dalam buku tersebut berasal dari kata pereng.

Dalam bahasa Jawa, pereng memiliki arti pinggiran suatu tebing yang berbentuk pereng dan menghubungkan dataran tinggi ke dataran rendah sehingga membentuk garis diagonal.

Sementara itu, dosen dan peneliti di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Dwi Woro Retno Mastuti, mengatakan bahwa aturan motif parang yang dulu hanya boleh dikenakan para raja sudah tidak lagi berlaku zaman sekarang.

“Masing-masing batik punya nama dan peruntukkannya. Kalau kita engga bisa pakai, harusnya begitu. Namun, nyatanya semua tradisi di tabrak,” jelas Dwi kepada Kompas.com saat wawancara eksklusif di Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Dia menekankan, masyarakat Indonesia membutuhkan advokasi mengenai tradisi dan warisan yang telah diciptakan para leluhur supaya memiliki pemahaman filosofi budaya yang baik.

Woro pun menyarankan agar motif parang hanya dikenakan saat acara formal, tetapi sebaiknya jangan digunakan untuk busana sehari-hari.

Anda yang memang menyukai busana batik untuk beraktivitas, Woro menganjurkan, lebih baik gunakan motif batik yang lebih menyatu dengan lingkungan.

“Parang itukan tajam, pengertiannya sabda atau yang dikatakan raja tuh tajam tegas, benar, penuh pertimbangan, jadi jangan sembarang pakai parang,” tuturnya.


Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved