Kerusakan Infrastruktur Hambat Masyarakat, Pj Bupati Diminta Dengarkan Aspirasi
Kinerja Pj Bupati Sarolangun Arif Munandar terus menjadi sorotan masyarakat Kabupaten Sarolangun.
Penulis: Herupitra | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kinerja Pj Bupati Sarolangun Arif Munandar terus menjadi sorotan masyarakat Kabupaten Sarolangun. Sebab Pj dinilai jarang menyerap keluhan masyarakat seperti persoalan pelayanan umum dan soal infrastur kedepan.
Masyarakat yang tersebar disepuluh Kecamatan se-Kabupaten Sarolangun, mengharapkan PJ Bupati Arif Munandar turun dan memberi solusi soal pembangunan kedepan. Seperti Aliran Listrik dan Infrastruktur jalan.
“Kita tahu Sarolangun sedang dipimpin pejabat sementara menjelang terpilihnya Bupati yang baru periode selanjutnya. Namun, kita mengharapkan PJ ini menemui masyarakat dan turun langsung ke desa desa untuk pembangunan 2017 mendatang. APBD kita ini tinggi katanya, kami selaku masyarakat cuma meminta perbaikan jalan dan masuknya aliran listrik ke desa desa yang masih gelap,” sebut masyarakat Sarolangun, Afri.
Menurut Afri, sampai saat ini PJ Bupati itu jarang turun ke desa desa. Katanya PJ Bupati sering pergi keluar kota untuk menghadiri acara undangan. Sementara, harusnya PJ Bupati harus sering turun kemasyarakat.
Untuk kondisi jalan menuju Batangasai dan Air Hitam itu, sambungnya, rusak berat menyebabkan masyarakat yang berprofesi sebagai petani kesulitan menjual hasil panen mereka.
“Kasihan juga ketika kita melihat anak-anak pergi ke sekolah karena jalan yang dilalui sangatlah berat medannya. Petani juga demikian, arus barang hasil petani juga terhambat untuk pemasaran,” kata dia.
Afri menambahkan, masalah yang dihadapi masyarakat diperparah lagi dengan kondisi wilayah yang belum teraliri aliran listrik PLN. Hal itu membuat bertambah penderitaan masyarakat diwilayah Batangasai dan Air Hitam itu.
“Dusun dusun di Batangasai Bhatin Pengambang, dan Air Hitam sangat terisolir dan perlu perhatian khusus Pemkab Sarolangun,” katanya.
Dia mengatakan, buruknya kondisi jalan dan belum adanya jaringan listrik PLN membuat suasana di Dusun wilayah Batangasai dan Air Hitam itu, begitu sunyi pada malam hari. Untuk mengisi baterai telepon genggam (HP) saja, harus bersusah payah membeli mesin genset. Itupun hanya beberapa warga saja yang mampu.
Apalagi kalau memakai fasilitas seperti di daerah yang dialiri listrik harus mengeluarkan uang yang begitu besar.
“Untuk menonton televisi dan mengisi baterai Hp saja kadang-kadang harus patungan belinya bahan bakarnya. Itupun pemakainya terbatas,” katanya.
Sementara, PJ Bupati Arif Munandar dimintai keterangan belum lama ini mengakui, bahwa dirinya masih baru memimpin Sarolangun.
“Saya baru disini saya masih mempelajari semuanya,” singkat Arif Munandar yang merupakan putra asli Sarolangun dari Wilayah Batangasai.
Berdasarkan data yang didapatkan dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sarolangun. Masih ada wilayah Sarolangun yang belum teraliri listrik. Ada sekitar 20 persen.
Wilayah yang masih gelap gulita tersebut, terdapat diderah terpencil dan sangat terpencil. Seperti diwilayah Kecamatan Batang Asai, Pauh dan Air Hitam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/17082016-arif-munandar-pj-bupati-sarolangun_20160817_150507.jpg)