Tahanan Lapas Meninggal
Keluarga Tahanan yang Tewas di Lapas Jambi Minta Otopsi, Ini Kata Kalapas
Disampaikan Joko, salah satu kerabat korban mengatakan, ada yang ganjil dari kematian Tomi. Pasalnya ada beberapa luka lebam di tubuhnya.
Penulis: Rian Aidilfi Afriandi | Editor: Nani Rachmaini
JAMBI, TRIBUN – Seorang tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Jambi, meninggal dunia. Tahanan tersebut Tomi. Dia menjalani hukuman karena terlibat kasus perkelahian. Kini jenazahnya terbaring kaku di kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jambi.
Disampaikan Joko, salah satu kerabat korban mengatakan, ada yang ganjil dari kematian Tomi. Pasalnya ada beberapa luka lebam di tubuhnya.
"Kita meminta pihak lapas untuk melakukan autopsi, tapi mereka menolak," kata Joko ketika dikonfirmasi Tribun via seluler, Senin (5/9).
"Seharusnya jenasah diautopsi di RS Bhayangkara, tapi mereka tetap tidak mau," tambahnya.
Sehingga, pihak keluarga membawa jenasah korban ke RSUD Raden Mattaher untuk dilakukan autopsi.
"Sekaran jenasah sudah di kamar mayat. Kami sedang nunggu dokter," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Klas IIA Jambi, Djarot, saat dikonfirmasi membenarkan hal ini. Disebutkannya, yang bersangkutan meninggal dunia Senin (5/9) sekitar pukul 18.45.
“Iya, ada seorang tahanan kita meninggal dunia. Namanya Tomi,” ujar Djarot, saat dihubungi via ponselnya.
Menurutnya, korban meninggal dunia karena sakit. Sebab, pada pagi harinya sempat berobat di klinik Lapas karena mengidap diare. Karenanya diberikan obat oleh dokter. Setelah itu Dia kembali ke kamar sel-nya.
Pada sorenya Dia (Tomi,red) masuk ke kamar mandi. Berdasarkan keterangan teman satu kamar, sambungnya, Tomi meminum sesuatu dalam kamar mandi tersebut.
“Dia masuk sendiri ke kamar mandi,” jelasnya.
Tiba-tiba, Tomi mengalami kejang-kejang dan pingsan. Teman satu kamarnya langsung memberitahukan hal tersebut ke petugas yang kemudian membawanya ke RSUD Raden Mattaher Jambi.
“Di rumah sakit diketahui sudah meninggal dunia,” tandasnya.
(*)