Jurus Mengembangkan Perusahaan Rintisan
KEBANYAKAN dari kita pasti pernah bahkan sering menggunakan jasa ojek daring. Mungkin Gojek, Grab, ataupun Uber.
Bagi sang investor, ROI harus di atas rata-rata bunga deposito bank. Sedangkan BEP biasanya dipatok antara tiga sampai lima tahun di tahap pendanaan awal.
Lantas, apa indikator sebuah startup sudah bekerja dengan baik? Novistiar Rustandi, salah satu pendiri HarukaEdu, menilai, hal itu bergantung pada jenis startup dan segmen yang menjadi bidikan. Startup seperti Gojek, misalnya, indikasinya bisa dilihat dari pertumbuhan jumlah pengguna aplikasi.
Sedangkan startup seperti HarukaEdu, indikasi bisa terlihat dari jumlah partner yang bertumbuh. “Bagi saya indikatornya ada dua, yaitu pertumbuhan jumlah pengguna atau user dan pertumbuhan profit atau keuntungan,” imbuh Andi.
Pertumbuhan pengguna menggambarkan sudah seberapa besar kapasitas startup menyelesaikan masalah pengguna. Adapun profit sudah seharusnya berbanding lurus dengan jumlah pengguna.
“Profit menjadi bagian penting dalam sebuah startup apabila kita memilih jalur independen tanpa investor,” kata Andi.
Ekspansi juga harus dilakukan ketika jumlah pengguna semakin tinggi. Mau tidak mau kekuatan perusahaan, terutama di bagian tim dan infrastruktur, harus ditambah.
Bisa juga melihat dari sisi wilayah pengguna. Bila di wilayah tertentu, pertumbuhan produk sudah stabil, maka startup bisa menyiapkan ekspansi ke wilayah lain yang potensial.
Jika membesarkan startup di jalur independen, Anda harus disiplin menyisihkan sebagian pendapatan untuk biaya ekspansi. Cara lain adalah dengan menggandeng investor baru.
Cara terbaik menarik perhatian investor adalah dengan fokus membuat produk terbaik. “Fokus saja membangun yang terbaik, menambah jumlah user dan meraih ukuran-ukuran lain yang penting,” kata David Wayne Ika, pendiri Kurio.
Meski butuh dana, tentu penting tetap memilih investor yang sesuai dengan visi misi startup. Alhasil, investor itu membawa kemajuan bagi startup Anda.
Contoh, pengalaman Kurio menggandeng Gunosy. “Kami bersama mereka karena Gunosy bukan cuma menyediakan modal yang kami butuhkan. Mereka juga membagi pengalaman serta keahlian teknologi mereka dan itu lebih bernilai dari sekadar modal,” ujar David.
Pengembangan startup membutuhkan fokus, kerja keras dan modal. Belum lagi, persaingan ketat di luar sana.
Dalam dunia startup, cara terbaik menghadapi persaingan adalah fokus menyuguhkan solusi teknologi yang bisa membantu banyak orang dan menjadikan kehidupan orang lain lebih mudah.
Di sisi lain, sebagai usaha, pegiat startup bukan cuma dituntut memiliki strategi pengembangan. Strategi keluar alias exit strategy juga sebuah keharusan. Exit strategy tidak selalu berarti pemilik startup menjual startup mereka ke investor atau ke oranglain.
Bisa juga, menggandeng investor baru dengan tawaran kepemilikan saham mayoritas. “Yang pasti, exit strategy ini harus ada,” kata Andi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/03092016_star-up_20160903_232237.jpg)