Kamis, 30 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Smart Women

GALERI FOTO: Lulusan Terbaik Unbari Ini Ingin Terlibat Gagasan Pendidikan dari Anies Baswedan

KARTINI menjadi sosok penting dalam sejarah perempuan Indonesia, ia dikenal sebagai pegiat emansipasi wanita.

Tayang:
Penulis: Teguh Suprayitno | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/HANIF BURHANI

TRIBUNJAMBI.COM - KARTINI menjadi sosok penting dalam sejarah perempuan Indonesia, ia dikenal sebagai pegiat emansipasi wanita. Tekad dan perjuangan Kartini membuka mata pria, bahwa  peran perempuan bukan sekadar urusan dapur, pupur (bedak) dan kasur.

Risni Ade Sandra, perempuan 25 tahun yang ikut jadi peserta pertukaran pemuda ke Australia 2016 ini mengaku lega dan bangga, karena perempuan Indonesia kini punya peran yang sama dengan laki-laki. Terutama untuk bisa melakukan banyak hal dalam membangun Indonesia, termasuk soal pendidikan.

“Senanglah sekarang, kesetaraan antara perempuan dan laki-laki mulai kelihatan,” katanya.

Bahkan sekarang banyak perempuan yang rela menunda pernikahan demi mengejar cita-citanya. Ada yang lanjut S2 ada juga yang melanjutkan pendidikan sebagai spesialis untuk jurusan kedokteran.

Hanya saja, Dia masih merasa miris melihat banyak anak-anak usia sekolah yang semestinya belajar, justru harus berjibaku dengan panas dan keringat untuk membantu perekonomian orangtuanya.

Menurutnya, pendidikan sangat penting untuk mencerdaskan anak bangsa, dan praktis akan memajukan Indonesia sebagai bangsa yang besar.

Dia senang saat Anies Baswedan membuat program pendidikan yang mampu menembus belantara yang selama ini menjadi penghambat pendidikan anak-anak di pedalaman dan wilayah perbatasan Indonesia.

“Program Indonesia mengajar ini bagus buat pendidikan anak-anak Indonesia,” ujar lulusan terbaik Universitas Batanghari (Unbari) ini.

Ia pun berkeinginan untuk bisa ikut andil pada program pendidikan yang digagas mantan Rektor Universitas Paramadina tersebut, namun kesempatan itu belum datang menghampirinya.

Selama dua bulan mengikuti pertukaran pemuda di Australia, Ade mengajar Bahasa Indonesia untuk anak-anak usia sekolah dasar.

“Aku ngajar Bahasa Indonesia untuk anak-anak umur lima tahun. Saat belajar anak-anak di sana itu dibuat enjoy, sehingga mereka bisa menikmati proses belajar,” katanya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved