Demam Pokemon Go

"Stop Pokemon Go, Sinau Ae"

Desa Sumari yang berada di Kecamatan Duduk Sampean, Gresik, Jawa Timur, menggelar acara sedekah bumi,

Kontributor Gresik, Hamzah Arfah
Para pelajar yang dilibatkan dalam membawa pesan moril, saat karnaval sedekah bumi di Desa Sumari, Minggu (21/8/2016). 

TRIBUNJAMBI.COM, GRESIK - Desa Sumari yang berada di Kecamatan Duduk Sampean, Gresik, Jawa Timur, menggelar acara sedekah bumi, Minggu (21/8/2016). Namun tak seperti acara sedekah bumi pada umumnya, agenda kali ini sarat akan pesan moril kepada masyarakat.

Salah satunya, imbauan untuk tidak terlalu sering menggunakan game Pokemon Go yang diusung oleh RT 03. Mereka mengajak anak-anak usia sekolah dalam anggota barisan membentangkan poster ‘Stop Pokemon Go, Sinau Ae’.

“Itu murni aspirasi dari warga RT 03 sepenuhnya di mana mereka ingin menyiratkan pesan, bahaya bermain pokemon go bagi anak-anak yang masih sekolah,” ujar Kepala Desa Sumari Muhammad Arif Wijaya (34), Minggu (21/8/2016).

“Karena dari penuturan warga, banyak anak mereka yang kecanduan main pokemon, sehingga malas untuk belajar. Lebih-lebih ada yang bercerita, jika anaknya sampai memilih bolos sekolah, hanya karena ingin mencari Pokemon,” lanjutnya.

Sejak diluncurkan di Indonesia, game ini sendiri menuai pro-kontra dari kalangan masyarakat. Bahkan, ada pengguna game yang saking kecanduannya dalam memainkan justru menemui kesulitan.

“Saya enggak suka main Pokemon, meski saya sendiri punya HP Android. Orangtua juga sudah pesan dan melarang saya, untuk tidak memainkan game Pokemon. Begitu juga guru-guru yang ada di sekolah,” tutur Alfian Candra Putra (11), siswa kelas V SD yang membawa poster dalam karnaval.

Sebelumnya, panitia juga menyelenggarakan karnaval untuk warga enam Rukun Tetangga (RT) yang ada di desa setempat yang menghadirkan ikon-ikon berukuran raksasa.

RT 01 A mengusung konsep perahu raksasa sebagai ikon, peserta dari RT 01 B berpakaian dari berbagai macam daerah yang ada di Indonesia, sementara RT 02 menjadikan serigala ukuran besar dan tumpeng dengan tinggi sekitar 3 meter sebagai ikon.

Tidak ingin ketinggalan, RT 03 memilih replika dinasaurus sebagai ikon dengan tinggi mencapai 5 meter, sedangkan RT 04 mengusung konsep lebah jumbo yang dibuat dari rancangan bambu dan kertas dengan ukuran 3x2 meter.

Tema pertanian yang ditampilkan RT 05 mengusung kodok raksasa sebagai ikon. RT 06 A mendandani warganya dengan pakaian ala tentara Republik Indonesia lengkap beserta miniatur tank, serta RT 06 B yang memilih tema raja dan ratu tempo dulu.

Editor: fifi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved