Minggu, 12 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Cara Manusia Pamer Makanan 500 Tahun Lalu, Lucu Juga

Kesimpulan tersebut didapatkan dari hasil riset pada lukisan Eropa dan Amerika dalam 500 tahun terakhir.

Editor: Duanto AS
facebook
Ilustrasi. 

TRIBUNJAMBI.COM - Jauh sebelum era Instagram, manusia ternyata sudah terobsesi dengan makanan. Banyak pelukis gemar mendokumentasikan makanan seperti manusia masa kini yang gemar memotret makanan dan mengunggahnya di Instagram.

Kesimpulan tersebut didapatkan dari hasil riset pada lukisan Eropa dan Amerika dalam 500 tahun terakhir. Riset awal melibatkan 750 lukisan. Kemudian, peneliti menyortir menjadi 140 lukisan untuk penelitian lebih lanjut.

Riset yang dipublikasikan di Sage Open menyatakan, pelukis sejak setengah milenium lalu gemar mendokumentasikan makanan mewah, terlalu mahal untuk dibeli, dan jarang dimakan.

Peneliti menduga, pelukis masa itu berpikir bahwa dengan mendokumentasikan makanan mewah, mereka berhasil melukiskan estetika dan kenikmatan makanan.

Makanan yang dilukis umumnya makanan yang tak sehat. Misalnya, kerang-kerangan, lobster, dan daging. Dari ratusan lukisan yang diteliti, hanya 19 persen yang menggambarkan sayuran sementara sisanya roti, pastry, dan daging.

"Lukisan dari zaman Michelangelo diisi dengan makanan dan bahan makanan yang tidak sehat seperti garam, sosis, dan banyak roti," kata Brian Wansink dari Cornell Food dan Brand Lab dikutip dari Daily Mail, Jumat (22/7/2016)

Produk susu yang paling banyak dilukis adalah keju. Sementara, sayuran yang paling umum dilukis adalah artichoke, buah yang paling sering digambar adalah lemon, dan daging yang paling muncul dalam lukisan adalah kerang atau lobster.

"Kecintaan kita dengan visual atau status makanan bukanlah hal yang baru, Ini sudah ada sejak ada sejak 500 tahun yang lalu," kata Kepala Museum Seni Johnson di Universitas Cornell.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved