Setiap Tahun, 50 Eksemplar Buku Hilang

Sedikitnya 50 eksemplar buku koleksi Perpustakaan Umum Kabupaten Sarolangun hilang setiap

Penulis: Herupitra | Editor: Fifi Suryani

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Sedikitnya 50 eksemplar buku koleksi Perpustakaan Umum Kabupaten Sarolangun hilang setiap tahunnya. Akibatnya, jumlah koleksi buku yang memenuhi rak perpustakaan dari hari ke hari makin menyusut.

Hal itu diakui oleh Kasi Pelayanan dan Pembinaan Perpustakan Kantor Pustaka dan Arsip Daerah Sarolangun, Lauhul Mahfis. Dia mengatakan, puluhan buku pertahunnya tidak dikembalikan oleh para peminjam.

“Setiap tahun minimal 50 buku yang hilang,” Kata Lauhul Mahfiz.

Hilangnya buku-buku tersebut ujarnya, disebabkan banyaknya para peminjam yang membandel. Bahkan sengaja tidak mengembalikan buku-buku yang telah mereka pinjam.

Padahal menurut dia, pihaknya telah membuat perjanjian secara administrasi. Bahkan denda jika tidak mengembalikan tepat waktu sebagai sanksi tegas.

“Kalau ketemu yang baik itu tepat waktu, tapi kalau ketemu peminjam yang bandel itu yang kacau. Meraka tak hiraukan sanksi yang ada,” sebutnya.

Akibat hilangnya buku-buku tersebut, pihak perpustakaan mengalami kerugian jutaan rupiah setiap tahunnya. Kerugian itu didapat dengan harga per bukunya yang hilang mencapai Rp50 ribu.

“Mayoritas buku yang hilang adalah buku referensi perguruan tinggi. Seperti ilmu kesehatan, ilmu sosial dan ilmu pendidikan lainnya,” jelasnya.

Meski begitu, pihaknya tetap terus berupaya agar para peminjam bisa mengembalikannya. Namun ada kendala yang mereka hadapi untuk melakukan itu, yakni para peminjam yang tinggal jauh dari pusat kota.

“Kalau yang jauh ini yang rumit, apa lagi di daerah yang jauh dari sinyal. Manalah jauh akses sulit pula, ditambah lagi kami ini tidak ada anggaran untuk urusan itu, jadi tinggal kesadaran peminjamlah,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved