Newsmaker

GALERI FOTO: 5 Newsmakers: Dari Jokowi Hingga Junimart

DALAM sepekan banyak peristiwa terjadi, banyak tokoh pembuat berita yang datang dan pergi. Mungkin saja ada peristiwa

Editor: Fifi Suryani
ANTARA FOTO/KRISHADIYANTO

DALAM sepekan banyak peristiwa terjadi, banyak tokoh pembuat berita yang datang dan pergi. Mungkin saja ada peristiwa lama yang muncul dengan tokoh baru, bisa juga peristiwa baru dengan tokoh lama.

Selama sepekan (20—24 Juni 2016) telah terjadi berbagai kemungkinan. Inilah lima newsmakers yang membuat kita tidak bisa berpaling dari mereka selama sepekan.

Joko Widodo, Presiden RI

Kisruh Natuna yang melibatkan pemerintah China agak mendorong Presiden Joko Widodo alias jokow Widodo untuk berkunjung ke Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (23/6). Bahkan, Presiden Jokowi rapat dalam KRI Imam Bonjol di Laut Natuna.

Sepekan lalu, kapal perang itu menangkap kapal nelayan China di Laut Natuna. Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, sehari sebelumnya (22/6), kunjungan Presiden membawa pesan bahwa perairan Natuna adalah wilayah Indonesia dan tak bisa diganggu gugat oleh negara mana pun, termasuk China.

"Presiden ingin menegaskan Natuna adalah NKRI dan itu sudah final," kata Pramono.

Yenny Wahid, Puteri Gus Dur

Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau yang akrab disapa Yenny Wahid, mengapresiasi upaya sejumlah tokoh masyarakat dan pemerintah yang mengajukan gelar pahlawan nasional kepada ayahnya, Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid.

"Tentunya bagi kami sekeluarga mengapresiasi apa yang dilakukan oleh sahabat Gus Dur mengupayakan adanya gelar kehormatan negara kepada sosok Gus Dur," ujar Yenny saat ditemui di kantor MMD Initiative, Matraman Dalam, Jakarta Pusat, Rabu (22/6).

Yenny menilai pemberian gelar pahlawan tersebut akan mengklarifikasi beragam isu negatif yang dialamatkan kepada Gus Dur selama dia menjabat sebagai Presiden. Meskipun Gus Dur akan dianugerahi gelar pahlawan, namun bagi Yenny hal yang paling penting adalah ajaran-ajaran Gus Dur tetap bisa diterima oleh seluruh masyarakat.

"Yang paling penting ajaran Gus Dur tetap dijangkau oleh masyarakat. Bagi keluarga, itu yang lebih utama. Sehingga sosok Gus Dur bisa dipahami secara utuh oleh kita semua," pungkasnya.

Amien Rais, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN)

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved