Sosok Sukses
Kisah Sukses Erwin Susanto Capai Target Pemasaran Honda di Jambi dan PR Terbaik AHM
Bidang otomotif roda dua tampaknya telah menjadi garis hidup dalam bekerja dan berkarir bagi seorang Erwin Susanto.
Penulis: Muzakkir | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bidang otomotif roda dua tampaknya telah menjadi garis hidup dalam bekerja dan berkarir bagi seorang Erwin Susanto.
Pria kelahiran Bandung 30 September 1978 ini sekarang menjabat sebagai General Manager Services & Development di perusahaan yang bergerak dalam pemasaran sepeda motor terbesar atau main dealer motor honda di Provinsi Jambi yaitu PT Sinar Sentosa Primatama (SSP) Jambi.
Ditemui di tengah aktivitas kerja di kantornya PT SSP Jambi yang berlokasi di Sipin ini ia dengan blak-blakan bercerita kisah hidupnya yang berujung dengan jabatan yang diembannya saat ini.
Katanya, ia bekerja tidak langsung menjadi manager. Tahap demi tahap telah ia lalu.
Katanya, ia memulai karirnya di bidang otomotif sebagai service engineer yang mengelola layanan after sales service di main dealer motor honda di Provinsi Jawa Barat tepatnya di PT Daya Aditjipta Mustika pada tahun 1997.
Selama lebih kurang enam tahun menekuni bidang itu, oleh atasannya ia kemudian dipindahkan ke dealer motor honda di Lampung yaitu di, PT Tunas Dwipa Matra, tahun 2002.
Di sana ia dipercaya sebagai service manager, marketing manager dan terakhir general manager marketing. Dan pada tahun 2014 ia mulai bergabung dengan PT Sinar Sentosa Primatama Jambi.
"Ya kalau pengalaman kerja sudah banyakla. Dan tempat kerja juga sudah banyak," kata Erwin, Rabu (8/6).
Kata Erwin, asam garam pengalaman di otomotif tidak serta-merta menjadikannya merasa banyak tahu dan berbangga diri, justru merasa masih banyak yang harus dipelajari dikarenakan perkembangan dan dinamika bisnis otomotif yang selalu berubah dan harus diikuti terus.
Erwin sehari-hari menangani layanan seluruh jaringan dealer dan layanan purna jual di seluruh bengkel resmi di Provinsi Jambi dan di internal perusahaan membawahi technical service, honda customer care, teknologi informasi, human resource, people development, general affair dan corporprate communication ini sudah cukup familiar dengan media masa, karena Erwin juga merupakan corporate communication (corpcom) perusahaan yang tentunya sering berhubungan dengan media massa.
Bahkan tahun 2016 ini PT AHM mendapuknya sebagai public relation terbaik di dua kategori sekaligus. Seiring pencapaian market share honda cukup baik yaitu 69% sampai bulan April 2016, program development (pengembangan) di seluruh sumber daya yang ada menjadi concernnya untuk ditingkatkan.
Pria lulusan teknik mesin, Institut Teknologi di Bandung ini kemudian melanjutkan sekolah di bidang business administration. Ia mengatakan bahwa sekolah pada dasarnya adalah tempat diri kita ditempa, diasah dan dilatih melalui pembekalan ilmu pengetahuan dan keterampilan sedemikian rupa sehingga kita bisa dapat melihat dan menemukan permasalahan yang ada sekaligus menyolusikannya baik di tempat bekerja, rumah tangga, masyarakat dan lingkungan tempat kita berada.
Katanya, tidak terlalu penting di mana kita bersekolah, yang paling penting bagaimana kita bersekolah atau menempa diri. Jika kita keras (disiplin) terhadap diri sendiri, dunia akan lunak terhadap kita namun sebaliknya jika kita lunak terhadap diri sendiri, dunia akan keras terhadap kita. Hanya sedikit sekali ilmu akademis yang didapat dipakai di bidang pekerjaan pada sebagian besar karyawan dan sering sekali bidang ilmu yang didapat sangat berbeda dengan bidang pekerjaan yang digeluti saat ini.
Oleh karenanya, kita harus terus mencari dan menimba ilmu dari berbagai nara sumber yang membuat bisa terus meningkatkan kelas kompetensi kita (next level building) dan kita harus memiliki kemampuan adaptasi yang baik sesuai perubahan dan dinamika tuntutan stake holder yang terus berubah.
Kepada generasi muda Jambi Erwin berpesan untuk terus belajar sehingga kita memiliki kompetensi dengan penekanan pada winning attittude dimana semua bisa lakukan dengan usaha yang kerAS, cerdAS, tuntAS, ikhlAS dan berkualitAS (5AS) dan bukan sekedar teori yang mengawang-awang namun betul-betul bisa membumi atau aplikatif (dapat diterapkan) serta bermanfaat bukan hanya sekedar untuk diri sendiri, namun bagi keluarga, perusahaan tempat kita bekerja dan berkarya, masyarakat dan negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/09062016_erwin-susanto_20160609_234209.jpg)