Keluarga Temukan Jejak Nety di Siulak Deras Kerinci

Sudah sepekan lebih Nety Marleni (35) warga Koto Lolo, Kecamatan Pesisir Bukit, Sungai Penuh yang tak ada kabar.

Keluarga Temukan Jejak Nety di Siulak Deras Kerinci
facebook Nety Marlena
Nety Marlena, yang menghilang sejak Jumat 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Sudah sepekan lebih Nety Marleni (35) warga Koto Lolo, Kecamatan Pesisir Bukit, Sungai Penuh yang tak ada kabar. Setelah mendapat petunjuk dari orang pintar, keluarga hingga hari ini (3/6) masih melakukan pencarian. Dengan langsung ke lokasi ataupun menyisir desa yang dicurigai.

Diungkapkan Harmanto, kakak korban, petunjuk dari sebagian orang pintar, Nety masih berada di Kerinci. Berdasarkan hal itu, ia mengatakan sekitar 30 orang dari keluarga besar secara bersama-sama langsung melakukan pencarian.

"Kami hari ini keluarga besar sekitar 30 orang sudah keliling. Karena berdasarkan petunjuk dukun dia masih di Kerinci," ungkap Harmanto kepada Tribun, Jumat (3/6).

Ia mengatakan pihak keluarga telah berjalan ke arah yang menurut petunjuk orang pintar di Kerinci. Yakni ke arah Kayu Aro dan Siulak. Sebab selain petunjuk orang pintar, juga dari keterangan teman-teman Nety.

Di beberapa tempat tersebut belum juga ditemukan, namun kata Harmanto, ada penjaga rumah makan Dendeng Batokok di Siulak Deras yang mengatakan pernah melihat wanita berjilbab tersebut.

"Itu setelah kami perlihatkan poto dan ciri-ciri Nety, orang rumah makan di siulak deras mengatakan kemarin jam 3 ada di makan di sana. Kata orang rumah makan melihat dia bersama dengan seorang laki-laki," katanya

Untuk itu pihak keluarga masih menyisir kawasan Kecamatan Gunung Kerinci tersebut, terutama diwilayah Siulak.

"Kita tidak akan pasrah, pencarian terus dilakukan keluarga. Kalau untuk keluar Kerinci memang belum ada petunjuk," ungkapnya.

Sementara menurut cerita dari karyawan Grapari, kemungkinan Nety minggat dari rumah. Karena berpacaran dengan seseorang yang tidak direstui pihak keluarga.

Namun hal ini menurut Hamanto, kakak korban tidak ada masalah Neti dengan keluarganya di rumah. Ia mengakui Nety ada berhubungan dengan laki-laki, tapi tidak begitu akrab.

"Kalau dekat dengan laki-laki pernah, tapi biasa-biasa saja. Tidak nampak akrab. Dan dirumah setau saya dakdo masalah," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya Supervisor Grapari wilayah Sungai Penuh hilang sejak Jumat (29/5). Hingga Jumat (3/6) belum juga ditemukan, kontak handphone yang dihubungi tidak aktif. Menurut karyawan Grapari saat ditemui Tribun di Grapari mengatakan sejak hilang tidak masuk kantor. Menurut R, sejumlah karyawan grapari mencurigai bukan hilang, namun ada indikasi diculik. Sementara keluarga juga sudah melaporkan hal ini ke pihak kepolisian. "Sudah dilaporkan ke kepolisian," katanya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved