Diduga Bocor, Aparat Hanya Temukan Alat Kontrasepsi di Eks Lokalisasi Payo Sigadung
Puluhan personel gabungan dari satpol PP, Kodim dan Polresta Jambi menggelar razia di eks lokalisasi Payo Sigadung, Kamis (28/4/2016).
Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin
TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Puluhan personel gabungan dari satpol PP, Kodim dan Polresta Jambi menggelar razia di eks lokalisasi Payo Sigadung, Kamis (28/4/2016).
Razia di pimpin langsung Wali Kota Jambi, SY Fasha bersama kapolres dan komandan Kodim 0415/Batanghari.
Dari razia tersebut diketahui jika Eks lokalisasi Payo Sigadung yang sudah ditutup sejak satu tahun lalu masih beroperasi secara diam-diam.
Razia yang berlangsung hingga Jumat dinihari cukup menyulitkan petugas.
Pasalnya sejumlah kafe yang diduga masih beroperasi mendadak gelap.
Lampu penerangan di depan bangunan berlogo merek minuman alkohol padam. Bahkan isi ruangan juga gelap.
Namun, saat petugas membuka paksa sejumlah kamar dan ruangan petugas dikejutkan dengan kondisi ruangan kamar yang masih berbau parfum.
Di beberapa kamar petugas mendapati tumpukan tisu dan bungkus alat kontrasepsi di tong sampah di dalam kamar.
Banyak yang menduga informasi razia bocor sehingga para Pekerja Seks Komersial (PSK) berhasil kabur.
Hingga razia usai, tak satupun PSK diamankan. Empat orang diduga mucikari digelandang ke kantor Satpol PP Kota Jambi.
Wali Kota Jambi, SY Fasha kepada awak media tak menyangka jika eks lokalisasi payo sigadung ternyata masih beroperasi.
Namun, ia membantah jika di sebut kecolongan. Pasalnya pengawasan di eks lokalisasi terbesar di Jambi ini selama ini kata Fasha terus diawasi.
"Kalau kita lihat tadi ada alat kontrasepsi, terus ruangan juga terlihat ditinggalkan. Kemungkinan mereka beroperasi sembunyi-sembunyi," katanya, Jumat dinihari.
Untuk itu, wali kota akan memanggil ketua RT setempat. Termasuk para pemilik bangunan.
"Kalau penyediai tempat dan psk kita temukan akan ada sanksi. Sesuai perda," katanya. (*)