Kamis, 16 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pasien Berisiko Tinggi, Bertaruh Nyawa untuk Sampai ke Rumah Sakit Rujukan

Sulitnya akses darat masih dirasakan sejumlah daerah di Provinsi Jambi. Diantaranya Desa Air Liki dan Air Liki

Penulis: muhlisin | Editor: Fifi Suryani
Ist
Pasien berisiko tinggi yang akan melahirkan, naik ketek untuk sampai ke rumah sakit tujuan. Selain naik ketek, juga harus ditandu, dan menumpang mobil carteran yang membutuhkan waktu hingga berjam-jam lamanya. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Sulitnya akses darat masih dirasakan sejumlah daerah di Provinsi Jambi. Diantaranya Desa Air Liki dan Air Liki Baru di Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin. Tak adanya akses jalan yang memadai membuat berbagai pelayanan masyarakat jauh dari memadai.

Terbaru, postingan di sebuah akun facebook menjadi viral. Yakni akun facebook Erwan Dinatha. Seorang petugas medis atau perawat yang sudah 10 tahun mengabdi di Air Liki.

Lewat postingannya, Erwan meraup banyak simpati. Terlebih tak hanya keluh kesah derita masyarakat yang ia sampaikan.

BACA: Postingan Surat Erwan ke Jokowi Tuai Protes, Disebut Menjiplak Mahasiswi Unpad 

Juga sebuah foto perempuan hamil yang diangkut menggunakan perahu bermesin atau ketek menyusuri Sungai Batang Tabir.

"Seperti itulah keadaannya. Pasien yang harus dirujuk kita angkut menggunakan perahu ketek," ujar Erwan, dihubungi Tribun Senin (14/3) kemarin.

Perahu ketek menjadi satu-satunya pilihan. Karena belum ada jalan darat yang bisa dilalui kendaraan untuk menuju desa terdekat yakni Desa Ngaol. Dikatakannya mengevakuasi pasien dengan perahu ketek bukan pekerjaan mudah. Karena selama satu setengah jam harus berjuang di Sungai Batang Tabir. Menghindari batu dan napal di derasnya air sungai.

BACA: Air Liki daerah terpencil di Kabupaten Merangin, Akses Jalan Tahun ini Dianggarkan 

"Tidak terbayang kalau ketek karam. Bagaimana nasib pasien yang sakit parah atau mau melahirkan. Alhamdulillah belum pernah terjadi," ujarnya lagi.

Untuk perahu ketek, meski sederhana namun sesungguhnya berbiaya tinggi. Masyarakat yang perekonomiannya sederhana, harus menebus ongkos Rp 700 ribu untuk ketek pengangkut pasien.

Pasalnya, carteran ketek sekali jalan Rp 350 ribu. Sementara ketek pembawa pasien tak bisa membawa penumpang lain, sehingga dihitung pulang pergi.

BACA: Sulitnya Sampai ke Air Liki Desa Terpencil di Kabupaten Merangin

"Itu sewa ketek ke Desa Ngaol. Belum lagi naik mobil empat jam dari Ngaol ke Bangko. Carteran mobil minimal Rp 500 ribu. Empat jam kalau jalan lagi kering," ujarnya lagi.

Cerita derita masyarakat belum lagi selesai. Sebelum naik ketek di dermaga Dusun Batu Gembung Desa Air Liki, ada tantangan lain yang tak kalah memilukan.

Pasien seringkali harus ditandu hingga tiga jam berjalan kaki. Pasalnya penghubung antar dusun di Desa Air Liki dan Air Liki Baru hanya berupa jalan setapak.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved