Segmentasi Pasar, Ini Strategi Memasarkan Perhiasan

Dari katalog ini, konsumen bisa mendesain lebih lanjut perhiasan yang mereka inginkan, sesuai selera.

Editor: Duanto AS
Tribunnews
ilustrasi perhiasan 

ANDA pernah berpikir mendesain perhiasan, seperti cincin sendiri, dan mewujudkannya? Banyak toko online perhiasan, jika Anda mau menjelajahinya dari mesin pencari.

Nah, startup bernama Trove dari New York bisa mengakomodasi keinginan Anda mendesain dan membuat perhiasan sendiri. Trove didirikan oleh Brian Park, mantan Manajer Produksi Zynga, perusahaan pembuat video game, tahun lalu.

Di situsnya, Park menyediakan katalog berisi 30 desain dasar untuk cincin, gelang, dan kalung. Dari katalog ini, konsumen bisa mendesain lebih lanjut perhiasan yang mereka inginkan, sesuai selera. Setelah desain selesai, lantas diajukan ke Trove.

Selanjutnya, Trove akan mengirimkan prototipe perhiasan dari plastik untuk mendapat persetujuan pemesannya. Setelah disetujui, barulah perhiasan tadi dibuat aslinya.

Pelanggan bisa memilih bahan dari emas, perak, atau lainnya. Trove memasang banderol harga mulai US$50, tentu saja harga perhiasan dari emas atau perak bakal lebih mahal.

Trove sedikit mengubah pola permainan dari bisnis perhiasan online. Tanpa meninggalkan rumah, pelanggan bisa mendesain sendiri, dan duduk manis menanti kiriman perhiasan impian itu.

Park sendiri bukan pebisnis perhiasan atau desainer perhiasan. Tapi, ia melihat peluang dari bisnis ini.

Hal itu juga yang membawa pengusaha asal Jerman mendirikan Elli Germany. Jawita Chandra Sri, Manager Online Marketing Bonofactum, perusahaan yang membawahi Elli Germany, mengatakan, pemilik Bonofactum berlatarbelakang teknologi informasi.

Hal serupa juga dialami Happy Salma yang enggak punya keahlian mendesain perhiasan, meski untuk berbisnis daring ini, Happy bergandengan dengan Sri Luce Rusna yang ahli mendesain. Mereka mendirikan Tulola Jewelry.

Anda tidak bukan selebriti seperti Happy atau tak berlatarbelakang teknologi informasi seperti Park atau pemilik Bonofactum tapi masih ingin berbisnis perhiasan online?

Jalan saja terus, seperti pengalaman Wahyu Juliadinintyas. Ibu rumah tangga ini berbisnis perhiasan online dengan modal kulakan dan memasarkannya lewat Permatacantik.com.

Sebagai pelengkap berbusana, perhiasan dapat dibikin dari berbagai bahan, sebut saja plastik, karet sampai logam berharga seperti perak dan emas. Perbedaan bahan baku akan membedakan harga jual perhiasan dan, buntutnya, bakal menentukan pasar mana yang Anda tuju.

Ciri khas produk
Wahyu, misalnya, ketika awal memulai bisnis perhiasan online pada Agustus 2010, ia hanya menyediakan bros seharga Rp 20.000.

Dua bulan setelah berbisnis, Wahyu tahu peta penjual batu giok dan perak berhiaskan batu permata. Ia lantas berpikir untuk fokus di perhiasan yang lebih mahal. “Karena saya menjual secara online, mereka mengizinkan saya memotret produknya dulu, “ kata dia.

Selang empat bulan, omzet Wahyu naik hingga rata-rata Rp 40 juta per bulan. Ia memperoleh pasokan perhiasan dari lima agen.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved