Kasus Rabies Meningkat di Kerinci

penyakit bersumber dari binatang yang banyak terjadi di Kabupaten Kerinci adalah Rabies atau gigitan anjing gila

Penulis: hendri dede | Editor: bandot

Laporan wartawan Tribun Jambi, Hendri Dede

TRIBUNJAMBI.COM - Meskipun telah memasuki musim penghujan di Kabupaten Kerinci sampai saat ini belum ditemukan terserang penyakit Demam Berdarah (DBD). Malah kasus rabies yang mengalami peningkatan signifikan.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Lendriani bilang belum ada warga Kerinci yang terserang DBD, namun warga tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan.

"Berdasarkan laporan yang diterimma pihaknya dari puskesmas, hingga saat ini belum ada warga Kerinci yang terkena DBD, begitu juga dengan virus Zika yang ditularkan oleh nyamuk Aides Aegypti," katanya

Namun pada tahun 2015 lalu, lanjut Lendriani, jumlah warga Kerinci yang terserang DBD naik dari tahun 2014, pada tahun 2014 kasus DBD tercatat sebanyak 12 kasus, sedangkan pada tahun 2015 meningkat menjadi 16 kasus.

Ia menyebutkan kasus DBD pada tahun 2015, mayoritas merupakan kasus impor, dimana penderita rata-rata adalah mahasiswa Kerinci yang kuliah diluar daerah dan masyarakat Kerinci yang bepergian ke luar daerah.

"Untuk mengantisipasi DBD, warga diimbau untuk melakukan psn atau pemberantasan sarang nyamuk, agar nyamuk aides aegypti tidak berkembang biak,"jelasnya

Ditambahnya lagi dengan cara tersebut lebih efektif dari fogging atau pengasapan, karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa.

Menurutnya penyakit bersumber dari binatang yang banyak terjadi di Kabupaten Kerinci adalah Rabies atau gigitan anjing gila.

Catatan dinkes kasus ini, dari Januari hingga Desember 2015 terdapat 107 kasus. Sedangkan mengawali tahun ini saja sudah terdapat 12 kasus rabies.

Sementara Kadis kesehatan Kabupaten Kerinci, Hamsal Rabit mengatakan upaya mencegah rabies dengan penyuluhan dan vaksin. "Itu sudah kita lakukan, kalau selanjutnya orang peternakan," ujarnya

Selain itu, pihaknya meminta partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam pencegahan populasi anjing liar secara optimal agar petugas lebih mudah melakukan vaksinasi tersebut. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved