Program 1000 Startup, Pemerintah Butuh Rp 92 M

Pemerintah mencanangkan program "1000 startup" hingga 2020 mendatang. Menurut Menteri Komunikas

Editor: Fifi Suryani
shutterstock

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pemerintah mencanangkan program "1000 startup" hingga 2020 mendatang. Menurut Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, dibutuhkan dana US$ 6,7 juta atau setara Rp 92,6 miliar untuk mewujudkannya.

"Pemerintah akan split anggaran ke sana. Besarnya saya belum tahu," kata menteri yang kerap disapa RA, usai diskusi "5 Minutes" bersama idEA, Jumat (22/1) di Hotel Le Meridien, Jakarta.

Selain dari anggaran pemerintah, Rudiantara berharap dana juga bisa terhimpun dari sektor swasta. Salah satu jalannya melalui program CSR perusahaan-perusahaan besar.

Dana yang terkumpul kemudian dialokasikan ke berbagai kegiatan menuju "1000 startup". Antara lain seminar, workshop, hackathon, bootcamp, dan inkubasi.

Lebih detilnya, pemerintah menargetkan 500 startup diinkubasi tiap tahun. Di antara 500 startup itu, sebanyak 200 diantaranya harus bisa mendapatkan seed funding.

"200 startup per tahun itu yang kami bimbing dari pendanaan seri A, seri B, hingga bisa jadi IPO," kata dia.

Sebelum ke tahap inkubasi, ada proses panjang yang harus dilewati. Pertama, setidaknya harus ada 8.000 peserta seminar startup tiap tahun. Dari situ diharapkan ada 4.000 peserta workshop.

Lalu, jumlah akan mengerucut menjadi 2.000 peserta hackathon, 1.000 peserta bootcamp, hingga mencapai 500 peserta inkubasi dan terakhir 200 startup "jadi".

Pun prosesnya ruwet dan panjang, Rudiantara tak memasang ekspektasi berlebihan. "Palingan 1 dari 200 startup yang jadi unicorn. Tapi yang penting ekosistemnya jalan," ujarnya.

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved