Indikasi adanya Prostitusi Terselubung di eks Lokalisasi Payo Sigadung

ada indikasi praktek prostitusi disana. Ada yang mengaku sudah setahun, waktu ditutup kemarin mereka tidak dipulangkan

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: bandot
TRIBUNJAMBI/DEDI NURDIN
Perempuan yang terjaring razia gabungan Polisi/TNI di eks Lokalisasi Payo Sigadung (pucuk) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Sembilan wanita diduga Pekerja Seks Komersil (PSK) diamankan tim gabungan Polsekta Kotabaru dibantu TNI dari Koramil dan Satpol PP, Kota Jambi.

Para PSK ini diamankan dari eks lokalisasi Payo Sigadung dalam Operasi Cipta Kondisi yang berlangsung, Senin (18/1) malam.

Tertangkapnya sembilan PSK serta seorang mucikari berinisial A mengindikasikan masih adanya aktifitas prostitusi di eks lokalisasi terbesar yang sebelumnya ditutup oleh Pemerintah Kota Jambi ini. 

Padahal, secara resmi pemerintah Kota Jambi telah menutup lokalisasi tersebut pada 2014 silam .

Kapolsek Kotabaru, Kompol Nova Suriandara mengatakan ada indikasi masih adanya praktek prostitusi terselubung di eks lokalisasi Payo Sigadung.

Dari hasil pemeriksaan sementara kepada para para wanita yang terjaring kemarin, Kapolsek Kotabaru mengatakan bahwa mereka yang diamankan sudah beroperasi sejak Payo Sigadung ditutup.

bahkan praktek prostitusi dilakukan secara terselubung dan sudah berlangsung selama satu tahun sejak ditutup oleh Pemkot Jambi.

"Dengan ditemukannya sembilan PSK Ini ada indikasi praktek prostitusi disana. Ada yang mengaku sudah setahun, waktu ditutup kemarin mereka tidak dipulangkan,"katanya.

Bahkan praktek prostitusi ini juga tak dipungkiri adanya peran mucikari di eks lokalisasi tersebut, selain PSK tim gabungan juga mengamankan seorang mucikari.

"Mucikari inisial A kita amankan bersama sembilan PSK, dan selanjutnya akan kita serahkan ke Satpol PP Kota Jambi,"kata Kapolsek Kotabaru.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved