Tunggu Sertifikat, Lapas Koruptor akan Dibangun di Kerinci

Pihak Rumah Tahanan (Rutan) Sungaipenuh bersama Bupati Kerinci telah merencanakan pembangunan Lapas satu atap di Desa Penawar

Penulis: hendri dede | Editor: Nani Rachmaini

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendri Dede Putra

TRIBUNJAMBI.COM KERINCI - Pihak Rumah Tahanan (Rutan) Sungaipenuh bersama Bupati Kerinci telah merencanakan pembangunan Lapas satu atap di Desa Penawar, Kecamatan Sitinjau Laut, Kerinci. Lapas Kelas II B tersebut termasuk didalamnya untuk tahanan kasus korupsi.

Amra, Kasubsi Pelayanan tahanan Rutan Sungaipenuh mengatakan sebelumnya telah direkomendasikan oleh bupati Kerinci. Sehingga pihaknya pun telah menngajukan pembagunan Lapas di areal seluas 10 hektar tersebut. Ia bilang dari kemenkumham sendiri telah menyetujui pembangunan tersebut.

Hanya saja saat ini pembangunan terkendala belum ada sertifikat tanah. Untuk itu pihaknya masih menunggu proses sertifikat tanah yang dilakukan pemerintah kabupaten Kerinci. "Sebelumnya pak bupati ikut memberikan rekomendasi. Kemarin tanah sudah dihibahkan ke kami. Kita usulkan ke Jambi dilteliti oleh Kemenkumham. Cuma karena tanah belum bersertifikat, kita belum punya kekuatan hukum. Jadi surat hibah itu kami kembalikan ke Bupati lagi, apabila tanah itu sudah bersertifikat akan dikembalikan ke kami," ungkapnya

Amra mengatakan rencananya nanti bila sertifikat sudah ada, LP akan dibanguna untuk jangka panjang dengan kapasitas Lapas sekitar 300 orang. Sehingga sesuai yang disampaikan bupati akan merangkap bagi tahanan koruptor.

Amra menambahkan untuk kapasitas Rutan Sungaipenuh saat ini sebanyak 112 orang Napi dan tahanan, sedangkan jumlah napi sebanyak 76 orang dan tahanan 15 orang. Mendominasi kasus Narkoba, pembunuhan dan lainnya. Sehingga, kata Amra, ada sebnyak 91 tahanan dengan kondisi ini rutan sungaipenuh masih dibawah kapasitas. "Sebenarnya kalau kapasitas ideal masih perlu ditambah, tapi kalau dibanding Lapas lain mgkin lebih mndesak," ujarnya

Terkait fasilitas yang ada saat ini, jelasnya, yang dibutuhkan adalah area pembinaan bagi tahanan. Di rutan, katanya, terkendala lokasi, karena berada du pusat kota sungaipenuh. "Di rutan kan ada pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Untuk pembinaan kamandirian ini terkendala lokasi bimbingan napi," sebutnya. (Hdp)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved