Inflasi

Inflasi 2015 Diperkirakan di Bawah Target

Konsumsi makanan masyarakat sepanjang Desember 2015 meningkat seiring datangnya musim libur

Editor: Fifi Suryani

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Konsumsi makanan masyarakat sepanjang Desember 2015 meningkat seiring datangnya musim libur dan perayaan Natal dan tahun baru.

Para ekonom memperkirakan Desember ini akan terjadi inflasi.

Meski begitu, inflasi sepanjang 2015 diperkirakan jauh rendah di bawah target.

Ekonom Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Doddy Ariefianto memperkirakan pada Desember 2015 akan terjadi inflasi 0,65%, lebih tinggi dari November 2015 sebesar 0,21%.

Pemicunya, perayaan Natal, tahun baru, serta musim libur sekolah.

"Sehingga berdampak pada (kenaikan harga) pada komponen makanan dan transportasi," kata Dody, Kamis (31/12).

Ekonom Senior Bank Mandiri Andry Asmoro menambahkan, komponen makanan masih jadi penyumbang inflasi tertinggi di Desember 2015, seperti bulan-bulan sebelumnya.

Meski tak merinci kenaikan inflasi dari komponen makanan, Andry memperkirakan inflasi Desember 0,64%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menambahkan, secara umum selama Desember 2015 harga pangan cukup terkendali.

Ia mencontohkan, hingga pertengahan pekan lalu, harga beras tercatat deflasi, sedangkan harga cabai dan bawang masih meningkat.

Menurutnya, kenaikan harga sejumlah komoditas pada Desember dipicu oleh kenaikan permintaan karena perayaan Natal dan tahun baru.

Karenanya, "Kami menduga di bulan Desember terjadi inflasi," katanya.

Inflasi di bawah target

Sepanjang Januari - Desember 2015, Suryamin bilang inflasi tahun kalender mencapai 2,37%.

Makanya, ia optimistis, inflasi 2015 akan sesuai target yakni 4% plus minus 1%.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved