Pemblokiran Jalan
Lalulintas di Siulak Deras Lumpuh 7 Jam
Jalan Provinsi tepatnya di Desa Sulak Deras Mudik, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci,
Penulis: edijanuar | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Jalan Provinsi tepatnya di Desa Siulak Deras Mudik, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, yang menghubungkan Kerinci ke Sumatera Barat via Kayu Aro, Muara Laboh, lumpuh selama tujuh jam. Ini terjadi setelah warga setempat melakukan pemblokiran.
Aksi pemblokiran dilakukan warga karena kesal daerah mereka terus digenangi banjir. Warga menuding banjir terjadi akibat adanya aktivitas tiga lokasi galian C disekitar pemukiman masyarakat.
"Macet tadi hampir 10 kilometer. Kendaraan dari arah Kayu Aro, mengalami macet sampai ke ujung ladang. Sedangkan kendaraan dari arah Sungai Penuh, mengalami macet sampai ke Desa Lubuk Nagodang," kata Yon, warga Sulak Deras, Rabu (2/12).
"Padahal hanya hujan satu jam saja saja, tapi sudah menyebabkan banjir. Dulu kami sudah sampaikan kepada Pemda, agar galian C di tutup, tapi tidak ada tanggapan. Warga yang emosi akhirnya memblokir jalan," kata warga lain di lokasi.
Mahyudin, waga setempat juga mengatakan banjir yang merendam rumah warga tidak hanya malam ini saja, namun sudah sering terjadi. Untuk itu, warga meminta agar lokasi galian C ditutup malam ini juga. "Tidak ada jalan lain, galian C harus ditutup," tegasnya.
Untuk di ketahui, pemblokiran jalan yang menghubungkan Kabupaten Kerinci dengan Padang, Sumatera Barat ini, dilakukan sejak pukul 15.00 WIB sore tadi. Akibatnya, ratusan kendaraan terjebak macet.
Hingga pukul 20.00 WIB, jumlah kendaraan yang terjebak macet semakin banyak. Apalagi, ada ratusan truk yang setiap harinya melintas di jalan ini, untuk membawa hasil pertanian di Kayu Aro ke Kabupaten Merangin dan Bungo.
"Kalau lama terjebak macet, kami jelas mengalami kerugian besar, karena sayuran seperti kubis, dan sayuran lainnya, bisa membusuk dalam hitungan jam," sebut Rudi, sopir truk yang terjebak macet di Sulak Deras.
Wakil Bupati Kerinci, Zainal Abidin, bersama dengan SKPD terkait, didampingi anggota TNI dan polisi yang datang ke lokasi, sempat di tolak warga, karena warga meminta agar Bupati Kerinci, H Adirozal yang datang langsung ke lokasi.
Namun setelah sempat memanas, warga akhirnya bersedia melakukan perundingan, dengan catatan pemerintah daerah menutup lokasi galian C malam ini juga, dan segera melakukan normalisasi parit yang mendangkal akibat galian C.
Sementara itu, data yang di himpun Tribun, jumlah rumah yang digenangi banjir lebih 60 unit rumah, satu unit mushalla juga tidak luput dari banjir. Ketinggian air didalam rumah bahkan sampai satu meter. Tidak hanya air saja, namun Lumpur dari lokasi galian C, juga ikut terbawa kedalam rumah.
Selain di wilayah Sulak, banjir juga terjadi di Kota Sungai Penuh. Seperti di jalan Pancasila, banjir menggenangi jalan hingga setinggi lutut orang dewasa. Puluhan sepeda motor macet, karena nekat menerjang banjir.
Selain di jalan Pancasila, banjir juga menggenangi Kecamatan Pesisir Bukit. Jalan-jalan tergenang, yang mengakibatkan kendaraan sulit melintas. Bahkan kantor camat Pesisir Bukit juga ikut tergenang.